PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kalimantan Tengah dinilai perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. DPRD Kalteng mendorong aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pengguna dan kurir, tetapi juga memburu bandar serta pihak yang menjadi pengendali utama jaringan narkoba.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan peredaran narkotika telah menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, penyebaran narkoba tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan, tetapi mulai menjangkau berbagai wilayah, termasuk pedesaan dan kawasan pertambangan emas.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba memiliki pola yang semakin luas dan terorganisasi. Karena itu, setiap kasus yang berhasil diungkap perlu dikembangkan lebih jauh untuk mengetahui asal barang, pemasok, bandar, hingga pihak yang diduga mengendalikan jaringan tersebut.
“Narkoba belakangan ini semakin merebak di negara kita, baik yang melibatkan warga negara asing maupun warga negara Indonesia sendiri. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka mengurangi, bahkan menghilangkan, peredaran narkoba di wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan,” ujar Sugiyarto, Selasa (7/7/2026).
Ia menilai penindakan terhadap pelaku di lapangan saja belum cukup untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Aparat perlu melakukan penyelidikan dan pengembangan secara maksimal agar pengungkapan sebuah kasus dapat mengarah kepada jaringan yang lebih besar.
Menurut Sugiyarto, keberadaan bandar dan cukong menjadi salah satu tantangan dalam pemberantasan narkoba. Mereka biasanya tidak bersentuhan langsung dengan aktivitas di lapangan sehingga membutuhkan kerja penyelidikan yang lebih mendalam untuk mengungkap perannya.
“Dalam pemberantasan narkoba ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Artinya, di situ mungkin ada bandar, ada cukong, dan lain sebagainya. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum dalam melakukan penangkapan dan tindakan lainnya,” katanya.
Selain memperkuat penegakan hukum, Sugiyarto juga menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya narkoba harus terus diberikan, terutama kepada generasi muda yang dinilai rentan menjadi sasaran penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam membantu aparat. Informasi mengenai dugaan aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sugiyarto berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat terus diperkuat. Dengan penindakan yang menyasar jaringan utama sekaligus pencegahan yang konsisten, peredaran narkotika di Kalimantan Tengah diharapkan dapat ditekan dan tidak semakin meluas. (KL)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!