MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh kemunculan titik api karena berpotensi meluas dengan cepat dan menimbulkan dampak serius.
Patih Herman meminta warga segera melaporkan kepada aparat desa maupun pihak berwenang apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Menurutnya, pelaporan sejak dini menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
“Jangan pernah meremehkan api sekecil apa pun. Dalam kondisi cuaca yang mengering seperti saat ini, percikan kecil bisa dengan cepat berubah menjadi musibah besar. Jika melihat api, segera laporkan agar cepat ditangani,” ujarnya, Selasa (8/9).
Selain mengharapkan partisipasi masyarakat, Patih Herman juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla. Perusahaan perkebunan maupun pertambangan diminta mengambil peran aktif dalam mendukung upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran, khususnya di sekitar wilayah operasional mereka.
Ia menegaskan, dukungan perusahaan tidak cukup hanya berupa imbauan, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Salah satunya dengan mengerahkan alat berat untuk membuat sekat bakar guna menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.
“Semua pihak wajib mendukung upaya pemadaman, apalagi perusahaan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Perusahaan harus proaktif mengerahkan alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak terus meluas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta perusahaan turut memberikan bantuan logistik dan perlengkapan pemadam kebakaran bagi para relawan yang bertugas di lapangan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran penanganan karhutla sekaligus menjaga keselamatan petugas dan relawan.
Patih Herman juga mengingatkan bahwa karhutla dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kabut asap yang mengganggu kesehatan hingga kerusakan lingkungan dan ekosistem. Karena itu, upaya penanganannya membutuhkan kerja sama seluruh pihak tanpa terkecuali.
“Karena yang terkena dampak itu kita semua, maka penanganannya pun harus dipikul dan didukung secara gotong royong oleh seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat semakin diperkuat sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Utara dapat ditekan. (Lz)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!