BUNTOK, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk pembangunan sumur bor berkapasitas besar di 25 desa yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Sekretaris Daerah Barito Selatan, Ita Minarni, mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan upaya pemerintah daerah menyediakan sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri, terutama saat musim kemarau.
Program ini diprioritaskan bagi 25 desa terdampak kekeringan. Pelaksanaannya akan bekerja sama dengan TNI, dengan dukungan fasilitas penampungan air dan jaringan pipa untuk mendistribusikan air kepada masyarakat.
Ita menjelaskan, selama ini Pemkab Barsel bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Polres Barito Selatan, serta Kodim telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah desa terdampak.
Namun, distribusi air dari Buntok ke desa-desa membutuhkan biaya transportasi yang cukup besar serta waktu yang tidak sedikit. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah terdampak.
Dengan tersedianya sumur bor, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan air dari luar desa, sehingga kebutuhan air bersih dapat dipenuhi secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Pemkab Barsel berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memperkuat penanganan dampak kekeringan, khususnya selama musim kemarau. (Lz)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!