PALANGKA
RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dari
dapur sederhana di Kotawaringin Timur, Maria, perempuan muda berdarah Dayak,
kini dikenal luas sebagai pengusaha sukses pengolah wadi — makanan
fermentasi khas Kalimantan Tengah. Usaha yang dimulainya sejak 2019 itu kini
menghasilkan omzet hingga Rp 19,2 juta per bulan.
Wadi, yang
dulunya hanya dikenal di kalangan masyarakat pedalaman, kini menjadi produk
kuliner khas yang dikemas modern. Maria menuturkan, ia terinspirasi dari resep
neneknya, lalu berinovasi pada cita rasa dan cara penyajian agar sesuai selera
masa kini. “Saya ingin wadi bisa dinikmati siapa saja, tidak hanya
masyarakat Dayak,” ujarnya.
Produk wadi
buatan Maria kini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Dua varian rasa —
original dan pedas — menjadi andalan yang digemari konsumen. Dengan tampilan
kemasan yang menarik, produknya mudah dijual di toko oleh-oleh maupun secara
daring
Bagi Maria,
keberhasilan usahanya bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bentuk pelestarian
warisan budaya. Ia menilai wadi merupakan simbol kearifan lokal Dayak
dalam mengolah dan mengawetkan makanan secara alami.
Kini,
dengan semangat pantang menyerah, Maria terus memperluas jaringan reseller dan
memberdayakan masyarakat sekitar. “Saya ingin membuktikan bahwa produk lokal
bisa mendunia, asalkan kita percaya diri dan mau berinovasi,” tutupnya penuh
optimisme.
RH

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!