PALANGKA RAYA,
POTRETKALTENG.COM – Produk kuliner khas Kalimantan
Tengah kembali menembus pasar nasional. Adalah Maria, perempuan muda asal Desa
Parit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang berhasil membawa wadi —
makanan fermentasi khas suku Dayak — menjadi produk unggulan daerah dengan
omzet mencapai dua digit per bulan.
Sejak
memulai usaha pada 1 September 2019, Maria terus mengembangkan kualitas
produknya. Awalnya, ia hanya memproduksi wadi untuk dijual di lingkungan
sekitar. Namun berkat konsistensi dan strategi pemasaran digital, kini
produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga Papua.
Maria
mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada inovasi rasa dan kemasan.
Ia memodifikasi cita rasa wadi tradisional yang dikenal sangat asin
menjadi versi modern yang lebih seimbang dan mudah diterima pasar. Tak hanya
itu, desain kemasan dibuat menarik dan higienis agar mampu bersaing di pasar
modern.
Menurut
Maria, keberhasilan usahanya juga tidak lepas dari dukungan konsumen yang
bangga terhadap produk lokal. “Saya ingin wadi ini menjadi simbol
kebanggaan masyarakat Dayak dan Kalimantan Tengah. Sekaligus bukti bahwa produk
tradisional bisa bersaing secara nasional,” ujarnya.
Dengan
omzet mencapai Rp 19,2 juta per bulan, Maria kini mulai membuka peluang bagi
masyarakat sekitar untuk menjadi reseller dan ikut mengembangkan usaha. Ia
berharap langkah kecilnya bisa menginspirasi generasi muda Kalimantan Tengah
untuk bangkit melalui ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
RH

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!