MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Imbauan tersebut sejalan dengan penetapan status siaga darurat bencana karhutla melalui Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/399/2026. Kebijakan itu menjadi landasan bagi instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran serta penurunan kualitas udara.
Henny menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama kondisi kabut asap masih berdampak pada lingkungan. Ia meminta warga mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak, terutama anak-anak, lanjut usia, serta kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Menurutnya, pembatasan aktivitas di luar ruangan merupakan salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap.
“Kami meminta seluruh masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Kondisi udara saat ini sangat tidak bersahabat dan berisiko tinggi merusak kesehatan pernapasan kita,” ujar Henny.
Selain mengimbau pembatasan aktivitas, Henny juga menyoroti sejumlah agenda keramaian yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Ia menyarankan agar kegiatan publik ditunda sementara hingga kondisi udara membaik dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko paparan asap terhadap masyarakat yang menghadiri kegiatan dalam jumlah besar.
“Event-event yang rencananya akan diselenggarakan sebaiknya ditunda terlebih dahulu sampai kabut asap terkondisikan, sesuai arahan Surat Keputusan Bupati. Saat ini, kesehatan dan keselamatan masyarakat mutlak harus diletakkan di atas segalanya,” tegasnya.
Di sisi lain, upaya penanganan karhutla terus membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan terhadap titik-titik api di kawasan rawan kebakaran.
Henny berharap sinergi lintas sektor tersebut dapat membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, aktivitas sosial, dan perekonomian masyarakat Barito Utara.
Ia juga mengingatkan warga agar menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat yang mulai mengalami keluhan pernapasan diharapkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan.
Melalui langkah pencegahan dan kerja sama seluruh pihak, ia berharap kondisi udara di Kabupaten Barito Utara segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. (Lz)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!