- Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
- Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
- Walikota Gerak Cepat! Audiensi Membatalkan Aksi, Fairid Naparin Ambil Keputusan untuk Warga Kereng B
- Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
- DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
- Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
- Pemkab Barito Utara Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jalan Merak Muara Teweh
- Kapuas Terima Program Sekolah Rakyat, Pembangunan Ditargetkan Mulai 2026
- Ketua GMNI Kalteng Maulana Uger: Jangan Korbankan Kedaulatan Rakyat Demi Efisiensi Politik
- Panen Sawit di Lahan Bersertifikat, Tiga Petani Jalani Proses Hukum di Kasongan
TPHP Kalteng Lakukan Evaluasi Menyeluruh Proyek Cetak Sawah 2025, Fokus pada Percepatan dan Efektivi

Keterangan Gambar : Kadis TPHP Prov. Kalteng,Rendy Lesmana pimpin Rapat Monev Kinerja Cetak Sawah di Aula Dinas TPHP Prov. Kalteng
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.COM– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan proyek konstruksi cetak sawah tahun anggaran 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (8/7/2025) di Aula Dinas TPHP ini bertujuan memastikan proyek berjalan sesuai dengan kontrak kerja serta mencapai target luasan yang telah ditetapkan.
Baca Lainnya :
- DPRD Sambut Baik Edukasi Bahaya Narkoba dan Judi Online ke Peserta Didik0
- Legislator DPRD Kapuas H. Fahmi Apresiasi Kegiatan Panen Raya Padi di Bataguh 0
- DPRD Harapkan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran0
- Bupati Kapuas Bersama Gubernur Kalteng Panen Raya Padi di Kecamatan Bataguh0
- Ketua TP PKK Kapuas Hadiri HUT ke-45 Dekranas, Dorong Daya Saing Perajin Lokal0
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya penyedia jasa konstruksi, tim pengawas dari delapan perguruan tinggi negeri, tim teknis dari pusat dan daerah, serta perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Turut hadir sebagai narasumber, Sulistyorini selaku Pengendali Teknis dari Inspektur I Itjen Kementan. Sementara itu, Inspektur I Itjen Kementan, Andry Asmara, hadir secara virtual bersama Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Dalam laporannya, Rendy menyampaikan bahwa capaian pelaksanaan proyek di lapangan masih relatif lambat. Salah satu faktor utama penghambat adalah keterbatasan alat berat yang dimiliki penyedia jasa, meskipun jumlah tersebut telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Dari target keseluruhan 93.496 hektare, baru sekitar 67.149 hektare yang telah memasuki tahap kontrak kerja.
“Evaluasi kami lakukan secara bertahap melalui pembagian tiga desk, yaitu perusahaan prioritas, perusahaan dengan kontrak hampir berakhir, serta perusahaan yang masih memiliki waktu pelaksanaan cukup panjang,” ungkap Rendy.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara seluruh pihak, termasuk tim pengawas dari perguruan tinggi seperti Universitas Palangka Raya, IPB, ITS, UB, UNPAD, UNS, dan POLITALA. Peran aktif mereka sangat dibutuhkan untuk memastikan proyek cetak sawah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa langkah tindak lanjut yang telah disepakati antara lain:
• Penyusunan ulang jadwal pelaksanaan kerja,
• Pemetaan lahan yang belum dikerjakan,
• Peningkatan koordinasi lintas sektor.
“Evaluasi akan dilakukan setiap bulan dan dilaporkan ke pemerintah daerah serta pusat. Harapannya, program ini mampu mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah,” tambah Rendy.
Dari sisi pengawasan pusat, Inspektur I Kementerian Pertanian, Andry Asmara, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus menghasilkan lahan yang siap tanam, bukan hanya sebatas kegiatan land clearing atau leveling. Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Penyedia jasa yang tidak memiliki alat berat atau tidak menunjukkan progres signifikan akan dikenakan sanksi, termasuk pemutusan kontrak. Proses verifikasi keberadaan alat berat sedang berjalan, dan perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban akan kami tindaklanjuti,” tegas Andry.
Turut hadir secara luring dalam rapat ini, Tim Teknis Cetak Sawah dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan, tim pengawas dari berbagai perguruan tinggi, serta Kepala Bidang PSP Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Fahlita Robina, bersama tim teknis cetak sawah tingkat provinsi.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Pemuda Dayak (PERPEDAYAK) menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Kepolisian Daerah . . .
-
Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Kelalaian kecil hampir berakibat fatal bagi seorang warga Desa Hajak Raya, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara. Sepeda motor . . .
-
Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Tim kuasa hukum Jekson dan Rahmat Zakaria dari TBBR Palangka Raya menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja penyidik Polres Katingan . . .
-
DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Kasus dugaan kriminalisasi terhadap tokoh masyarakat Desa Mulyasari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, yang melibatkan Ady . . .
-
Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat capaian positif dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun . . .

















