- Hadapi Kemarau, Pemkab Mura Dorong Masyarakat Permata Intan Tingkatkan Kesiapsiagaan
- Pemkab Murung Raya Dorong Penguatan Integritas dan Pelayanan Publik Bersih
- Pemkab Mura Ajak Warga Laung Tuhup Bersama Cegah Karhutla
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Dorong Pembangunan Responsif Gender
- Warnita Heriyus Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersama Cetak Generasi Unggul Murung Raya
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-I Kodam XXII/Tambun Bungai, Perkuat Sinergi Pemerintah dan TNI
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Rahmanto Muhidin Tekankan Pemkab Mura Harus Hadir dan Bekerja untuk Masyarakat
- Pemkab Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Sambut HUT Kemerdekaan, Pemkab Mura Matangkan Kesiapan Seluruh Perangkat Daerah
Museum Balanga Gelar Ritual Mamapas Manyadingen Ramu untuk Pelestarian Koleksi Budaya

Keterangan Gambar : Basir melaksanakan ritual Mamapas Manyadingen Ramu
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.com – Sebagai bagian dari upaya pelestarian kebudayaan, Museum Balanga Kalimantan Tengah kembali menggelar Ritual Mamapas Manyadingen Ramu, yang berlangsung pada Sabtu, 23 November 2024. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan selama 15 tahun ini diadakan di Gedung Perpustakaan UPT Museum Balanga dan dilanjutkan dengan serangkaian acara di Gedung Ruang Pamer Etnografi, Ruang Pamer Tjilik Riwut, serta Gudang Penyimpanan Koleksi.
Baca Lainnya :
- Curah Hujan Tinggi, Desa Bajuh Dan Merapit Kembali Direndam Banjir 0
- Kunjungan Menteri Pertanian ke Kecamatan Dadahup Dorong Swasembada Pangan Nasional0
- Kepala BKD Kalteng: Jalan Sehat Kalteng Berkah Tingkatkan Kebersamaan dan Kesehatan Masyarakat0
- Kadisbudpar Kalteng Harapkan Budaya dan Pariwisata Lebih Berkembang Usai Pengucapan Sumpah Jabatan P0
- BPSDM Kalteng dan LAN RI Gelar Rapat Persiapan PKN Klasikal Tahap III0
Ritual Mamapas Manyadingen Ramu terdiri dari tiga hari kegiatan yang dimulai dengan Mamapas Ramu dan Manarung Sahur Parapah pada hari pertama. Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban, menyucikan koleksi museum (Manyadingen Ramu), serta ritual Marawei Sahur dan Ngarunya Sahur. Kegiatan ditutup pada hari ketiga dengan penanaman kepala hewan kurban dan Pabuli Sangiang. Ritual ini dipimpin oleh tujuh Basir (rohaniawan) Hindu Kaharingan yang bertugas memimpin upacara keagamaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuan utama dari ritual ini adalah untuk membersihkan dan menyucikan benda-benda koleksi Museum Balanga yang memiliki nilai magis dan sakral bagi masyarakat Dayak. Koleksi-koleksi tersebut, seperti mandau, tombak, balanga, dan berbagai benda budaya lainnya, dianggap memiliki kekuatan spiritual yang perlu dijaga agar tidak memberikan pengaruh buruk kepada pengunjung museum.
“Melalui kegiatan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu ini, kami berharap tidak hanya benda-benda koleksi yang disucikan, tetapi juga pengunjung dan pegawai museum dapat terhindar dari pengaruh hal-hal mistis. Museum Balanga sebagai destinasi wisata edukasi harus memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjungnya,” kata Adiah.
Adiah juga menekankan bahwa ritual ini merupakan bagian dari pelestarian kebudayaan yang sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ritual-ritual seperti ini sangat penting untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, agar nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Dayak Kalimantan Tengah tetap hidup.
“Pelaksanaan ritual ini adalah salah satu bentuk kontribusi pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelestarian budaya, meningkatkan literasi budaya, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” tambah Adiah.
Kegiatan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu diharapkan tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Dayak, tetapi juga semakin memperkenalkan Museum Balanga sebagai pusat pelestarian dan edukasi kebudayaan di Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak orang, baik dari dalam maupun luar daerah, dapat mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah dan menjadikannya sebagai warisan yang berharga untuk masa depan.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .
-
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat . . .
-
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat (IKA ULM) . . .
-
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut . . .
-
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah secara resmi menyerahkan empat orang tersangka beserta barang bukti atau Tahap II . . .

















