Kapuas 2 menit baca • 56 menit lalu

Pemkab Kapuas Perkuat Pelestarian Budaya Dayak Lewat Program Kamis Hanjak Berbudaya

Penulis: Admin Potret Kalteng | Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:05 WIB
Ukuran Teks:
Pemkab Kapuas Perkuat Pelestarian Budaya Dayak Lewat Program Kamis Hanjak Berbudaya
Keterangan Gambar: Foto Bersama

 

 

KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui lingkungan pendidikan. Salah satunya dengan pencanangan program Kamis Hanjak Berbudaya di SMP Negeri 2 Pulau Petak, Kamis (1/10/2026).

Pencanangan tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Kapuas, Dodo, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda sejak dini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Budi Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat, perwakilan Kecamatan Pulau Petak, Kepala SMPN 2 Pulau Petak Rahma Fitri Awal, Mantir Sei Tatas Hilir Tanduh, serta para guru dan peserta didik.

Dalam sambutannya, Dodo menyampaikan apresiasi kepada SMPN 2 Pulau Petak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang telah menginisiasi pelaksanaan Kamis Hanjak Berbudaya. Program tersebut kini mulai diterapkan di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan beragam budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak kepada para pelajar.

“Hari ini kita berada di SMPN 2 Pulau Petak dalam rangka Pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya. Ada berbagai potensi budaya Suku Dayak yang dilestarikan. Kita sangat mengapresiasi SMPN 2 Pulau Petak maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga beberapa sekolah sudah melaksanakannya,” ujar Dodo.

Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat membentuk karakter peserta didik agar memiliki rasa bangga terhadap budaya daerah serta turut menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai bagian dari identitas masyarakat Kapuas.

Program Kamis Hanjak Berbudaya merupakan tindak lanjut dari kebijakan Bupati Kapuas HM Wiyatno melalui Surat Edaran Nomor 400.6.1/123/DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung/sumping dan bahasa Dayak sebagai bahasa pengantar di satuan pendidikan se-Kabupaten Kapuas pada hari tertentu.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, nilai-nilai budaya Dayak diharapkan dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai meresmikan pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya, Dodo yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Kapuas turut menyerahkan bantuan kepada SMPN 1 Pulau Petak berupa dua buah sipet, satu buah papan target, dan 12 buah damek atau anak sumpit.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengenalan serta pengembangan olahraga tradisional kepada para pelajar di Kabupaten Kapuas. (KL)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!