MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.
Hingga 31 Agustus 2026, realisasi fisik program Dinas PUPR Barito Utara telah mencapai 44,98 persen, sedangkan realisasi keuangan berada pada angka 27,92 persen.
Plt Kepala Dinas PUPR Barito Utara, Rody, menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara yang berlangsung di Gedung Balai Antang, Muara Teweh.
Menurut Rody, Dinas PUPR memiliki total pagu anggaran Tahun Anggaran 2026 sekitar Rp1,19 triliun yang digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur daerah.
Anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk Bidang Bina Marga sebesar Rp739,98 miliar, Bidang Cipta Karya Rp371,47 miliar, serta sejumlah program pada Bidang Sumber Daya Air dan bidang lainnya.
Dari hasil evaluasi, progres fisik Bidang Bina Marga tercatat sebesar 25,31 persen dengan realisasi keuangan mencapai 25,35 persen. Sementara Bidang Sumber Daya Air menunjukkan progres fisik 68,85 persen dan realisasi keuangan 56,04 persen.
Adapun Bidang Cipta Karya telah mencapai progres fisik 51,75 persen dengan realisasi keuangan sebesar 24,38 persen.
Rody mengatakan, secara keseluruhan terdapat peningkatan progres dibandingkan pekan sebelumnya. Realisasi keuangan meningkat dari 24,65 persen menjadi 27,92 persen, sedangkan progres fisik naik dari 41,86 persen menjadi 44,98 persen.
Sejumlah pekerjaan infrastruktur strategis juga terus dikebut, khususnya pembangunan dan peningkatan ruas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Beberapa di antaranya yakni pembangunan Jalan Montallat 2-Tumpung Laung Seberang, peningkatan Jalan Kandui-Montallat, Jalan Kilometer 34-Simpang Mampuak-Simpang Benangin serta pembangunan Jalan Simpang Tumpung Laung Seberang-Sikan.
Selain pembangunan jalan, Dinas PUPR juga melaksanakan sejumlah pekerjaan jembatan. Salah satu yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah pembangunan Jembatan Islamic Centre Muara Teweh yang progres fisiknya telah mencapai 97,48 persen dengan realisasi keuangan 90,17 persen.
Rody menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan pembangunan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang masih memiliki progres rendah dapat segera dipercepat.
“Pengendalian dan evaluasi terus kami lakukan secara berkala untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target,” ujarnya.
Pemkab Barito Utara berharap percepatan pembangunan tersebut dapat mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan pelayanan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Barito Utara. (Ky)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!