Palangka Raya 1 menit baca • 01 Jun 2025

Ketua PDM Palangka Raya: Aisyiyah Berperan Strategis Jawab Tantangan Bangsa

Penulis: Admin Potret Kalteng | Minggu, 1 Juni 2025 - 21:54 WIB
Ukuran Teks:
Ketua PDM Palangka Raya: Aisyiyah Berperan Strategis Jawab Tantangan Bangsa
Keterangan Gambar: Foto ketua PDM

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Palangka Raya, Hanafiah Novie, menegaskan bahwa Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah tertua dan terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Peran tersebut mencakup isu ketahanan pangan, kesetaraan gender, hingga pemberdayaan kelompok rentan.


Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Milad ke-108 Aisyiyah dan Milad ke-57 TK Aisyiyah Palangka Raya, yang mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan Nasional”, pada Minggu (1/6/2025).


“Melalui pendekatan berbasis komunitas, konsep Desa Qaryah Thayibah, yang berarti desa yang baik dan subur, menjadi langkah visioner sekaligus konkret dalam pembangunan saat ini,” ujar Hanafiah.


Ia menjelaskan, konsep tersebut bukan sekadar strategi pembangunan desa, melainkan sebuah kerangka kerja menyeluruh yang mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan ekologis.


Terkait ketahanan pangan, Hanafiah menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berkutat pada ketersediaan bahan makanan. Menurutnya, ketahanan pangan harus mencakup keberlanjutan produksi, keadilan dalam distribusi, serta kemandirian keluarga dan petani desa.


Ia juga mengkritisi ketergantungan Indonesia terhadap produk pangan impor yang menjadikan negara rentan terhadap gejolak pasar global. Oleh karena itu, penguatan desa sebagai fondasi ketahanan pangan nasional dinilai sangat penting.


“Pangan merupakan hak dasar setiap warga negara. Maka dari itu, pembangunan ketahanan pangan harus bertumpu pada kekuatan lokal, salah satunya dengan memperkuat desa-desa Qaryah Thayibah,” tegasnya.


Hanafiah pun menyampaikan harapannya agar Aisyiyah terus menjadi motor penggerak pemikiran Islam berkemajuan, khususnya dalam menyelesaikan persoalan perempuan dan membangun peradaban di Kalimantan Tengah.


RH

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!