PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM-
DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti program perluasan akses internet melalui hibah perangkat internet satelit Starlink yang disalurkan ke sejumlah wilayah pelosok.
Pemerintah daerah diminta melakukan pengawasan secara ketat terhadap proses distribusi agar bantuan tersebut tidak sekadar menjadi pembagian perangkat, tetapi benar-benar diberikan kepada wilayah yang membutuhkan dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran, mengatakan program pengentasan kawasan blank spot patut mendapat dukungan. Namun, proses pengadaan dan penyaluran harus dipastikan memprioritaskan wilayah yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses internet yang memadai.
“Selama bantuan internet satelit Starlink ini dipastikan layak dan tepat sasaran, tentu kita dukung penuh. Namun, jangan sampai anggaran besar yang dikucurkan justru melenceng. Dampak positifnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maryani, Kamis (13/8).
Maryani juga mengingatkan agar program digitalisasi tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Menurutnya, fasilitas yang bersumber dari anggaran negara harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mendukung pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.
“Kebijakan ini harus diprioritaskan murni untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk segelintir kelompok atau golongan,” tegasnya.
Program hibah internet satelit tersebut menyasar fasilitas pendidikan dasar dan menengah serta pusat layanan kesehatan, seperti Puskesmas, di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Katingan menjadi penerima alokasi terbanyak dengan 287 unit. Selanjutnya, Kotawaringin Barat memperoleh 176 unit dan Seruyan sebanyak 131 unit.
Distribusi juga mencakup Kabupaten Murung Raya sebanyak 104 unit, Barito Selatan 93 unit, Pulang Pisau 87 unit, dan Kotawaringin Timur 83 unit. Kemudian Sukamara mendapat 73 unit, Gunung Mas 72 unit, Barito Timur 70 unit, Kapuas 47 unit, serta Kota Palangka Raya sebanyak 14 unit.
Maryani berharap pemerataan konektivitas tetap menjadi tujuan utama dari program tersebut. Dengan penyaluran yang tepat dan pengawasan yang baik, keberadaan fasilitas internet di daerah terpencil diharapkan dapat membantu memperkecil kesenjangan digital di wilayah perdesaan Kalteng.
Menurutnya, akses internet yang memadai juga dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat daerah untuk memperoleh informasi, mengakses layanan publik, serta memanfaatkan teknologi dalam mendukung aktivitas pendidikan dan ekonomi. (RSA)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!