Pemprov Kalteng 3 menit baca • 06 Jul 2026

DPRD Kalteng Minta Kondisi Jembatan dan Box Culvert di Jalur Trans Kalimantan Diperiksa

Penulis: Admin Potret Kalteng | Senin, 6 Juli 2026 - 14:23 WIB
Ukuran Teks:
DPRD Kalteng Minta Kondisi Jembatan dan Box Culvert di Jalur Trans Kalimantan Diperiksa
Keterangan Gambar: Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid.

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kerusakan infrastruktur di ruas Jalan Trans Kalimantan kembali menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Ambruknya box culvert di kilometer 11 ruas Kasongan-Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, dinilai menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional di daerah tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan dan box culvert yang berada di sepanjang jalur Trans Kalimantan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan serupa yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan distribusi logistik.

“Ini jalur vital Trans Kalimantan. BPJN perlu melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap jembatan maupun box culvert yang rentan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Hafid, Minggu (5/7/2026).

Ia mengatakan, pemerintah perlu memiliki data yang jelas mengenai usia, kondisi fisik, serta tingkat kelayakan setiap jembatan dan box culvert. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan infrastruktur mana yang harus mendapatkan penanganan lebih dahulu.

Hafid juga meminta perhatian khusus diberikan terhadap infrastruktur yang berada di kawasan rawan erosi, khususnya yang berdekatan dengan bantaran sungai. Menurutnya, kondisi lingkungan sekitar turut memengaruhi daya tahan konstruksi jalan maupun bangunan pelengkapnya.

Selain persoalan kondisi fisik, ia menilai kebijakan rehabilitasi infrastruktur harus benar-benar didasarkan pada hasil pemeriksaan di lapangan. Dengan demikian, anggaran perbaikan dapat diarahkan kepada infrastruktur yang memang memiliki tingkat kerusakan dan risiko paling tinggi.

“Masih terlihat jembatan yang sebenarnya layak justru dibongkar atau direnovasi. Seharusnya ada data kualitas yang menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan,” katanya.

Politikus tersebut juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pembangunan maupun perbaikan box culvert. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya membangun atau memperbaiki infrastruktur, tetapi juga harus memastikan pekerjaan tersebut memenuhi standar teknis dan mampu bertahan menghadapi beban kendaraan serta kondisi lingkungan.

Di sisi lain, Hafid menyoroti aktivitas kendaraan bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang masih menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan. Ia meminta pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan dilakukan secara konsisten.

“Penindakan terhadap ODOL belum maksimal. Harus dilakukan secara tegas, berkelanjutan, dan terukur,” tegasnya.

Menurut Hafid, peningkatan aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah turut berdampak terhadap beban jalan nasional. Distribusi hasil sumber daya alam dan berbagai kebutuhan masyarakat membuat intensitas kendaraan yang melintas semakin tinggi, sementara kapasitas sejumlah ruas jalan dan jembatan dinilai belum sepenuhnya mampu mengimbangi kondisi tersebut.

Karena itu, ia mendorong pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, tetapi juga mulai menyiapkan peningkatan kelas jalan dan pembangunan jalur alternatif. Keberadaan jalur alternatif dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas apabila ruas utama mengalami gangguan.

“Trans Kalimantan merupakan jalur utama. Ke depan perlu dipersiapkan ruas jalan baru sehingga ketika terjadi gangguan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan,” ujarnya.

Hafid berharap pemerintah dapat menyusun perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan secara lebih terintegrasi. Menurutnya, penanganan infrastruktur tidak seharusnya dilakukan sebatas memperbaiki kerusakan setelah terjadi, melainkan melalui sistem pemeliharaan dan pengawasan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, kondisi jalan dan jembatan yang baik sangat penting bagi Kalimantan Tengah karena selain menjadi akses utama masyarakat, infrastruktur tersebut juga berperan besar dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan hasil sumber daya alam antardaerah.

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!