Pemprov Kalteng 2 menit baca • 18 Agt 2026

DPRD Kalteng Dorong Formasi Guru ASN Disusun Berdasarkan Kebutuhan Daerah

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:05 WIB
Ukuran Teks:
DPRD Kalteng Dorong Formasi Guru ASN Disusun Berdasarkan Kebutuhan Daerah
Keterangan Gambar: Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto saat memberikan informasi terkait tingkat kebutuhan gurtu yang sangat tinggi di beberapa wilayah.

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya untuk formasi tenaga pendidik, disusun berdasarkan kondisi riil kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi kekurangan sekaligus memperbaiki ketimpangan distribusi guru, terutama di wilayah pelosok dan perdesaan.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah wilayah masih tergolong tinggi. Karena itu, apabila pemerintah pusat kembali membuka rekrutmen ASN, kuota formasi yang diberikan diharapkan benar-benar mengacu pada pemetaan kebutuhan masing-masing daerah.

“Kehadiran guru di daerah pelosok ini sangat mendesak. Jika rekrutmen ASN tenaga pendidik ini dibuka, kita berharap kuota yang diberikan mampu mencukupi dahaga akan kebutuhan guru di Kalteng,” ujar Sugiyarto di Palangka Raya, Selasa (18/8).

Ia menyoroti persoalan kekurangan tenaga pendidik yang telah berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah pedalaman. Kondisi tersebut bahkan membuat beberapa guru harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran yang tidak selalu sesuai dengan latar belakang keilmuannya.

Menurut Sugiyarto, persoalan tersebut merupakan salah satu keluhan yang kerap disampaikan kepala sekolah di daerah terpencil. Kekurangan tenaga pendidik membuat guru harus mengajar lintas disiplin ilmu demi memenuhi kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan guru tidak cukup hanya memperhitungkan jumlah tenaga pendidik. Aspek kompetensi dan linieritas bidang keahlian juga harus menjadi perhatian, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membutuhkan tenaga pengajar dengan keterampilan teknis tertentu.

“Sangat tidak masuk akal jika seorang guru dengan latar belakang tata boga kemudian dipaksa harus mengajar praktik mesin. Hal ini tidak mungkin terjadi jika pendistribusiannya tepat sasaran,” tegasnya memberikan perumpamaan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sugiyarto meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng segera melakukan pemetaan kebutuhan guru secara menyeluruh dengan memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemetaan tersebut, menurutnya, perlu memuat rasio ketersediaan guru, jumlah kekurangan tenaga pendidik berdasarkan mata pelajaran, hingga kebutuhan guru produktif untuk bidang kejuruan di tingkat SMK.

Hasil validasi data tersebut selanjutnya diharapkan dapat segera diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai salah satu dasar dalam menentukan kuota formasi ASN.

Sugiyarto berharap kebijakan rekrutmen tenaga pendidik tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target kuota secara nasional. Menurutnya, formasi yang ditetapkan harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan sekolah dan masyarakat di daerah, khususnya wilayah yang masih mengalami kekurangan guru. (RSA)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!