PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM-Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng yang meminta PT Pertamina segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Anggota DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani agar pasokan BBM di berbagai wilayah tetap aman. Ia menyayangkan waktu produktif masyarakat harus tersita karena antrean panjang hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
“Kami mendesak Pertamina untuk menjaga stabilitas ketersediaan BBM ini. Sangat miris melihat masyarakat yang seharusnya bisa leluasa menikmati sumber daya alam, justru harus berdesakan dan mengantre panjang berjamjam,” tegas Sirajul di Palangka Raya, Senin (17/8).
Menurutnya, persoalan antrean BBM tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan produktivitas warga.
Sirajul mengingatkan bahwa kelangkaan BBM yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta Pertamina segera melakukan evaluasi terhadap pola pasokan serta memperketat pengawasan pada jalur distribusi.
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada SPBU yang mengalami peningkatan antrean kendaraan secara signifikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui titik-titik yang mengalami kendala pasokan sekaligus mencegah masalah meluas.
“Situasi ini harus diurai dengan cepat. Jangan sampai antrean panjang yang dibiarkan berkepanjangan ini justru memantik potensi konflik atau gejolak yang tidak kita inginkan di tengah masyarakat,” imbuhnya memperingatkan.
Sirajul menegaskan, ketersediaan BBM memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah. Distribusi yang lancar dan merata dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan normal.
“Masyarakat menaruh harapan besar agar Pertamina bekerja efektif. Dengan begitu, aktivitas perputaran ekonomi dan mobilitas warga Kalteng dapat kembali berjalan normal tanpa terus-terusan dihantui oleh kendala kelangkaan BBM,” pungkasnya. (RSA)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!