Pemprov Kalteng 1 menit baca • 11 Jul 2026

Arton S. Dohong Tekankan Tiwah sebagai Warisan Budaya dan Perekat Masyarakat

Penulis: Admin Potret Kalteng | Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:37 WIB
Ukuran Teks:
Arton S. Dohong Tekankan Tiwah sebagai Warisan Budaya dan Perekat Masyarakat
Keterangan Gambar: Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, Gubernur Agustiar Sabran, Pangdam XXII/TB dan Kapolda Kalteng menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Upun Gawi.

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G. Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya.

Arton menyampaikan bahwa Ritual Tiwah merupakan tradisi sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan yang tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pelaksanaan Tiwah menjadi salah satu bentuk pengamalan ajaran keagamaan sekaligus upaya mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

“Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Arton.

Ia menilai keberadaan ritual adat seperti Tiwah perlu terus mendapat dukungan. Selain menjadi bagian dari identitas masyarakat Dayak, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan kebersamaan antarmasyarakat.

Arton menambahkan, pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai tradisi lokal merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Tengah dan perlu dijaga keberlangsungannya.

Karena itu, ia berharap Ritual Tiwah dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan warisan leluhur. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, serta keharmonisan masyarakat.

Arton juga menilai keberagaman tradisi yang hidup di Kalimantan Tengah merupakan kekuatan yang dapat terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat. (NV)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!