PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah berakhir ricuh. Insiden tersebut diduga melibatkan tindakan kekerasan terhadap salah satu peserta aksi dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kalimantan Tengah, ujarnya.
Peristiwa itu menuai perhatian publik karena terjadi di lingkungan lembaga penegak hukum. Sejumlah pihak menilai kejadian tersebut mencederai semangat demokrasi, terutama dalam konteks kebebasan menyampaikan pendapat secara damai di ruang publik.
Menanggapi insiden tersebut, Kabid Eksternal Badko HMI Kalimantan Tengah, Tirta Yoga Panuntun, menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa peserta aksi saat itu tengah menjalankan hak konstitusionalnya secara damai.
Menurutnya, dugaan pemukulan tersebut mencerminkan sikap yang tidak profesional dan perlu mendapat perhatian serius dari pimpinan instansi terkait. Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sikap dan pendekatan aparat dalam menghadapi aksi massa.
Badko HMI Kalimantan Tengah turut mendesak adanya langkah tegas berupa identifikasi oknum yang terlibat, pembinaan disiplin, serta pertanggungjawaban secara institusional. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan aparat dapat mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dalam menjalankan tugasnya.
ZR

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!