- Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
- Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
- Walikota Gerak Cepat! Audiensi Membatalkan Aksi, Fairid Naparin Ambil Keputusan untuk Warga Kereng B
- Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
- DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
- Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
- Pemkab Barito Utara Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jalan Merak Muara Teweh
- Kapuas Terima Program Sekolah Rakyat, Pembangunan Ditargetkan Mulai 2026
- Ketua GMNI Kalteng Maulana Uger: Jangan Korbankan Kedaulatan Rakyat Demi Efisiensi Politik
- Panen Sawit di Lahan Bersertifikat, Tiga Petani Jalani Proses Hukum di Kasongan
Tren Kopi Sebagai Minuman Masa Kini di Indonesia, Ini Resikonya !
Penulis : Adnan Fawzan (Program studi S1 Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang)

Keterangan Gambar : Adnan Fawzan (@adnanznn_)
potretkalteng.com - OPINI - Kopi telah menjadi minuman yang populer di Indonesia. Banyak orang, termasuk anak-anak muda, menikmati secangkir kopi untuk mendapatkan energi dan memulai hari mereka. Namun, ada perdebatan apakah tren kopi ini sehat.
Di Indonesia, konsumsi minuman manis yang berlebihan menjadi masalah serius.
Baca Lainnya :
- Undang Mugopal Jabat Kajati Kalteng,Gantikan Pathor Rahman Yang Jabat Direktur Pelanggaran HAM Berat0
- Wagup Kalteng Edy Pratowo Buka Literasi Media Tahun 2023.0
- Sekda Nuryakin : TKSK Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Kesejahteraan Sosial0
- Kepala Diskominfosantik: Seleksi Calon KI Masuk Tahap Wawancara 0
- BKD Kalteng Sosialisasi Aplikasi E-Kinerja BKN0
Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi minuman manis dalam jumlah yang berlebihan, termasuk teh manis, minuman berkarbonasi, dan kopi dengan pemanis tambahan. Konsumsi minuman manis yang berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Kebiasaan mengonsumsi kopi dengan pemanis tambahan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes. Pemanis tambahan seperti gula, sirup, atau krim yang ditambahkan ke dalam kopi dapat meningkatkan kadar gula darah, mengganggu metabolisme glukosa, dan menyebabkan resistensi insulin dalam jangka panjang.
Penting bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak muda, untuk memperhatikan pola konsumsi kopi dan minuman manis secara keseluruhan. Mengurangi atau menghindari penggunaan pemanis tambahan dalam kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya.
Edukasi mengenai bahaya konsumsi minuman manis berlebihan dan pentingnya mengadopsi gaya hidup sehat juga perlu diberikan kepada anak-anak muda. Mendorong mereka untuk memilih minuman sehat seperti air putih, teh herbal tanpa gula, atau kopi hitam tanpa pemanis tambahan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan terkait dengan minuman manis.
Namun, perlu diingat bahwa konsumsi kopi tanpa pemanis tambahan juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Kopi mengandung antioksidan dan senyawa-senyawa bioaktif lainnya yang melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
Kandungan kafein dalam kopi juga dapat meningkatkan konsentrasi, performa fisik, dan mengurangi kelelahan.
Selain risiko diabetes, konsumsi minuman manis yang berlebihan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan lain di Indonesia. Angka kegemukan dan obesitas terus meningkat, terutama pada anak-anak dan remaja. Konsumsi minuman manis yang tinggi, termasuk kopi dengan pemanis tambahan, dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori dan risiko kegemukan.
Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Tingginya angka diabetes dan masalah kesehatan lainnya di Indonesia menunjukkan pentingnya mengubah pola konsumsi minuman untuk mencegah dan mengurangi risiko ini.
Selain itu, konsumsi minuman manis yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah gigi seperti kerusakan email dan risiko karies gigi. Gula dalam minuman manis memberikan nutrisi bagi bakteri di mulut dan memicu pertumbuhan plak yang merusak gigi.
Penting bagi anak-anak muda dan masyarakat Indonesia secara umum untuk memperhatikan kebiasaan konsumsi minuman, termasuk kopi, untuk menjaga kesehatan.
Mengurangi konsumsi minuman manis, memilih minuman sehat seperti air putih, teh herbal, atau kopi hitam tanpa pemanis tambahan, dan menjaga kebersihan gigi adalah langkah-langkah penting untuk mencegah masalah kesehatan yang terkait dengan minuman manis.
Selain itu, perhatian terhadap keberlanjutan produksi dan konsumsi kopi di Indonesia juga penting. Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, namun keberlanjutan produksi dan konsumsi kopi menjadi perhatian penting.
Mendukung petani kopi lokal, memastikan praktik pertanian yang berkelanjutan, dan membeli kopi yang bersertifikasi dapat membantu menjaga keberlanjutan industri kopi di Indonesia.
Dalam kesimpulan, tren kopi sebagai minuman primer masih menjadi perdebatan. Di Indonesia, masalah serius terkait konsumsi minuman manis dan tingginya angka diabetes.
Mengurangi penggunaan pemanis tambahan dalam kopi dan membatasi konsumsi minuman manis secara keseluruhan dapat membantu mengurangi risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa konsumsi kopi tanpa pemanis tambahan juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Penting bagi anak-anak muda dan masyarakat Indonesia secara umum untuk memperhatikan pola konsumsi kopi dan minuman manis serta memilih opsi yang sehat untuk menjaga kesehatan.
Perhatian terhadap keberlanjutan produksi dan konsumsi kopi di Indonesia juga penting untuk menjaga industri kopi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Berita Utama
-
Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
Perkuat Sinergi, DPP PERPEDAYAK Audiensi dengan Kapolda Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Pemuda Dayak (PERPEDAYAK) menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Kepolisian Daerah . . .
-
Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
Lupa Cabut Kunci, Warga Hajak Raya Nyaris Kehilangan Motor, Pelaku Tertangkap Karena Rantai Putus Di
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Kelalaian kecil hampir berakibat fatal bagi seorang warga Desa Hajak Raya, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara. Sepeda motor . . .
-
Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
Kuasa Hukum TBBR Soroti Dugaan Tidak profesionalnya Penyidik Polres Katingan dalam Kasus OTT Kayu
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Tim kuasa hukum Jekson dan Rahmat Zakaria dari TBBR Palangka Raya menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja penyidik Polres Katingan . . .
-
DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
DPD ARUN Kalteng Menangkan Ady Surya Jaya, Pengadilan Nyatakan Bebas dari Tuduhan Penipuan PT BSG
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Kasus dugaan kriminalisasi terhadap tokoh masyarakat Desa Mulyasari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, yang melibatkan Ady . . .
-
Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
Indeks SPBE Kalteng 2025 Capai 3,41, Pemerintahan Digital Dinilai Semakin Baik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat capaian positif dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun . . .

















