- DPRD Kapuas Minta OPD Aktif dalam Pembahasan Perubahan APBD 2026
- Banmus DPRD Kapuas Susun Jadwal Pembahasan Perubahan APBD 2026
- DPRD Kapuas Dorong Penguatan Mitigasi untuk Cegah Kebakaran
- Rahmad Jainudin Dorong Pendampingan Korban Kebakaran hingga Pulih
- DPRD Kapuas Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Bantu Korban Kebakaran
- Komisi IV DPRD Kapuas Pelajari Pelaksanaan Program Pendidikan dan Kesehatan
- DPRD Kapuas Dalami Pengawasan dan Distribusi MBG di Katingan
- Komisi IV DPRD Kapuas Bahas Anggaran Pendidikan dan Waktu Belajar
- Komisi III DPRD Kapuas Dorong Program Infrastruktur Lebih Tepat Sasaran
- DPRD Kapuas Bahas Penyelarasan Program Pembangunan Infrastruktur
Kelangkaan BBM Dorong Inflasi Palangka Raya Capai 4,48 Persen

Baca Lainnya :
- Kapolda Kalteng Bagikan Bansos ke Warga Desa Dalam Even Bhayangkara Trail Adventure0
- Tekankan Sinergitas TNI-Polri, Kapolri : Sukseskan Event Nasional dan Internasional0
- Cegah Paham Radikal, Personel Ditpolairud Berikan Pemahaman Kepada Masyarakat0
- Fakultas Hukum Lantik Lembaga Kemahasiswaan dan UKM Bertemakan Talkshow0
- Wakil Gubernur Kalteng Ikuti Jalan Sehat Kalteng Berkah0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Palangka Raya pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,48 persen. Pemerintah Kota Palangka Raya menyebut kondisi tersebut dipengaruhi dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi pada bulan sebelumnya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, meski pasokan BBM kini telah kembali normal, dampaknya masih tercermin dalam perhitungan inflasi tahunan. "Kelangkaan BBM yang sempat terjadi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi. Saat ini distribusi sudah kembali lancar, namun dampaknya masih terlihat dalam perhitungan year on year," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah solar, beras, dan ikan. Selain itu, beberapa komoditas lainnya juga ikut memengaruhi kenaikan indeks harga konsumen.
Pemerintah Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama perangkat daerah terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar.
Selain menjaga ketersediaan bahan pokok, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan dinas terkait guna mengantisipasi potensi gejolak harga, sehingga stabilitas inflasi tetap dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Berita Utama
-
Ketua DPRD Palangka Raya Soroti Realisasi Pendapatan, Baru 48,55 Persen hingga Juli
Ketua DPRD Palangka Raya Soroti Realisasi Pendapatan, Baru 48,55 Persen hingga Juli
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti realisasi pendapatan daerah yang hingga 31 Juli 2026 baru mencapai Rp581,3 miliar lebih atau . . .
-
Karhutla Membara, DPRD Palangka Raya Buka Opsi Tambah Anggaran
Karhutla Membara, DPRD Palangka Raya Buka Opsi Tambah Anggaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya membuka opsi penambahan anggaran untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui . . .
-
Harga Dexlite Naik, DPRD Palangka Raya Khawatir Biaya Produksi dan Harga Barang Ikut Melonjak
Harga Dexlite Naik, DPRD Palangka Raya Khawatir Biaya Produksi dan Harga Barang Ikut Melonjak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta pemerintah dan Pertamina mempertimbangkan kembali kenaikan harga BBM . . .
-
DPRD Palangka Raya Dukung PJJ, Kesehatan Siswa Jadi Prioritas di Tengah Kabut Asap
DPRD Palangka Raya Dukung PJJ, Kesehatan Siswa Jadi Prioritas di Tengah Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – DPRD Kota Palangka Raya mendukung keputusan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai 1 . . .
-
Warga Desa Hajak Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
Warga Desa Hajak Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Menghadapi musim kemarau yang disertai kabut asap, masyarakat Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, menggelar . . .

















