Barito Timur 2 menit baca • 26 Agt 2026

Wabup Bartim Pimpin Penanganan Karhutla di Sarapat, Dua Hektare Lahan Terbakar

Penulis: Admin Potret Kalteng | Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:40 WIB
Ukuran Teks:
Wabup Bartim Pimpin Penanganan Karhutla di Sarapat, Dua Hektare Lahan Terbakar
Keterangan Gambar: Wakil Bupati Bartim Adi Mula Nakalelu saat turun langsung ke lapangan memadamkan kebakaran lahan di wilayah Barito Timur.

 

 

TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, turun langsung memimpin koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, Selasa (25/8/2026). Kebakaran yang melanda semak belukar, pepohonan, dan tanaman karet itu menghanguskan sekitar dua hektare lahan.

Adi bersama unsur terkait menuju lokasi kebakaran melalui jalan (hauling) PT BNJM untuk mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan pemadaman. Kondisi vegetasi yang kering, ilalang tebal, serta tiupan angin membuat api berpotensi merambat ke area lain.

“Saya berkoordinasi dengan beberapa mitra dan instansi terkait, seperti BPBD Damkar serta TNI-Polri, untuk membantu gelar pasukan penanganan,” ujar Adi.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Damkar Barito Timur bergerak setelah menerima laporan masyarakat melalui grup WhatsApp. Tim berangkat sekitar pukul 16.31 WIB dan melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 21.45 WIB.

Sebanyak delapan personel TRC BPBD Barito Timur dikerahkan dalam operasi tersebut, dibantu anggota Polres Barito Timur dan personel Yonif TP 924/Uria Mapas.

PT BNJM turut mendukung upaya pemadaman dengan mengerahkan dua unit mobil tangki air (water tank), masing-masing berkapasitas 20.000 liter, untuk memasok air ke lokasi kebakaran.

Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa lokasi bekas kebakaran tetap harus diawasi untuk mencegah munculnya kembali titik api.

“Sekalipun terlihat telah padam, bisa saja muncul kembali karena ilalang yang tebal,” tegasnya.

Menurutnya, bara api yang masih tersisa di antara vegetasi kering dapat memicu kebakaran susulan apabila tidak dipantau secara berkelanjutan.

Penanganan karhutla di Desa Sarapat melibatkan pemerintah daerah, BPBD Damkar, TNI-Polri, pemerintah desa, dan pihak perusahaan. Kapolres Barito Timur, Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas, serta Kepala Desa Sarapat turut hadir dalam penanganan di lapangan.

Adi mengapresiasi keterlibatan seluruh personel dan pihak yang membantu proses pemadaman. Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.

“Saya berterima kasih atas sinergisitas pemerintah daerah dan TNI-Polri,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kewaspadaan dan pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama di kawasan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!