Palangka
Raya, Potret Kalteng – Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya menyatakan dukungannya terhadap program
pencegahan polio yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dukungan ini
disampaikan dalam kunjungan Rajendra Kumar Singh, perwakilan WHO, yang
mempersiapkan kegiatan Outbreak Response Assessment (OBRA) di Palangka Raya
pada Desember 2024.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes)
Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinkes Kota Palangka Raya.
Rajendra
Kumar Singh mengingatkan bahwa meskipun Indonesia dinyatakan bebas polio sejak
2014, ancaman penyakit ini kembali muncul dalam beberapa tahun terakhir. Polio,
yang ditularkan melalui kontak fekal-oral akibat kurangnya kebersihan dan
sanitasi, berisiko besar menyebabkan kelumpuhan, terutama pada anak-anak.
“Polio
adalah penyakit yang sangat berbahaya, tetapi kita bisa mencegahnya dengan
memastikan kebersihan dan imunisasi anak secara lengkap,” jelas Rajendra.
Direktur
RSUD Palangka Raya, Abram Sidi Winasis, menegaskan dukungan penuh rumah sakit
terhadap program WHO.
“Kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan
Kota dan Provinsi
untuk memastikan
program imunisasi
berjalan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia
juga mengimbau orang tua untuk memperhatikan jadwal imunisasi anak. “Imunisasi
yang lengkap adalah langkah penting untuk mencegah polio dan melindungi
anak-anak dari penyakit menular lainnya,” tambah Abram.
Abram memastikan, RSUD Palangka Raya siap menjadi mitra WHO dan
instansi terkait untuk menjaga kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan
yang terintegrasi.
Kehadiran WHO di Palangka Raya menunjukkan komitmen internasional dalam
mendukung kesehatan masyarakat lokal. Abram juga mengajak masyarakat untuk
mengambil peran aktif dalam mendukung upaya ini. “Melalui kerja sama semua
pihak, kita dapat memastikan generasi muda terbebas dari ancaman polio,”
pungkasnya.

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!