Barito Timur 3 menit baca • 05 Sep 2026

Resort GKE Paju Epat Resmi Definitif, Pemkab Bartim Dorong Penguatan Pelayanan Sosial

Penulis: Admin Potret Kalteng | Sabtu, 5 September 2026 - 13:21 WIB
Ukuran Teks:
Resort GKE Paju Epat Resmi Definitif, Pemkab Bartim Dorong Penguatan Pelayanan Sosial
Keterangan Gambar: GKE Paju Epat resmi menjadi resort definitif setelah sekitar tiga tahun berstatus sebagai calon resort.

 

 

 

TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM-
Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Paju Epat resmi menyandang status sebagai resort definitif setelah menjalani proses pelayanan sebagai calon resort selama kurang lebih tiga tahun.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan pelayanan GKE di Kecamatan Paju Epat. Pemerintah Kabupaten Barito Timur turut memberikan apresiasi atas perubahan status tersebut sekaligus mendorong gereja agar semakin aktif memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, saat menghadiri Peresmian Resort GKE Paju Epat di Gereja GKE Eben Ezer Telang, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Majelis Pekerja Harian Sinode GKE, Ketua III Sinode GKE, Camat Paju Epat, para kepala desa, pihak swasta, jajaran pengurus Resort GKE Paju Epat, pendeta, vikaris, mahasiswa PPG, penatua, diakon serta sejumlah tamu undangan.

Misnohartaku menyampaikan, perubahan status menjadi resort definitif bukan hanya berkaitan dengan kelembagaan, tetapi juga menandai bertambahnya tanggung jawab dalam menjalankan pelayanan kepada jemaat dan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur, kami menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga GKE di wilayah Paju Epat atas momentum bersejarah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Calon Resort GKE Paju Epat disahkan pada 2023. Setelah melalui proses pelayanan dan pembahasan dalam Sinode Umum GKE ke-XXV di Puruk Cahu, status tersebut kemudian disepakati dan disahkan menjadi Resort Definitif.

Menurutnya, keberadaan gereja memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi keagamaan, gereja juga diharapkan mampu berperan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, peduli, berkarakter dan menjunjung semangat persaudaraan.

Pemkab Barito Timur berharap Resort GKE Paju Epat dapat menjadi mitra pemerintah dalam berbagai bidang. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kerukunan antarumat beragama, kegiatan sosial, kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Komitmen seperti ini tentu sejalan dengan semangat membangun Barito Timur yang damai dan harmonis,” kata Misnohartaku.

Saat ini, Resort GKE Paju Epat menaungi tujuh jemaat definitif, satu calon jemaat dan tiga lingkungan pelayanan. Cakupan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pelayanan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Paju Epat dan Barito Timur secara keseluruhan.

Pemkab juga mengapresiasi berbagai bentuk pelayanan GKE Paju Epat, mulai dari pembinaan anak, pemuda dan remaja, perempuan, kaum bapak, pelayanan diakonia, pekabaran Injil, pengembangan sumber daya manusia hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Misnohartaku menilai pembinaan generasi muda perlu terus diperkuat karena memiliki peran strategis bagi masa depan daerah. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama dan mampu berkontribusi dalam pembangunan.

Selain itu, Pemkab Barito Timur memberikan perhatian terhadap upaya GKE Paju Epat dalam mempertahankan nilai sejarah dan budaya, salah satunya melalui rencana revitalisasi Sumur Tuan Deninger di Jemaat Murutuwu.

Menurutnya, pelestarian sejarah pekabaran Injil dan identitas budaya merupakan bagian dari kekayaan daerah yang perlu dijaga agar dapat dikenal dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Memasuki periode pelayanan 2026–2031, Pemkab Barito Timur berharap Resort GKE Paju Epat dapat semakin memperkuat pelayanan dengan mengedepankan kebersamaan dan tata kelola organisasi yang baik.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain pembinaan sumber daya manusia, pelayanan jemaat, pekabaran Injil, pembangunan sarana pelayanan, penguatan administrasi serta penataan keuangan.

Pemkab turut mengapresiasi penerapan tata kelola organisasi yang tertib dan bertanggung jawab, termasuk sistem keuangan satu pintu, pelaporan keuangan, pengawasan oleh Badan Pengawas Perbendaharaan serta pembinaan sistem pengelolaan keuangan.

“Tata kelola yang baik akan semakin memperkuat kepercayaan dan keberlanjutan pelayanan gereja,” ungkapnya.

Misnohartaku juga mengajak seluruh jemaat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban, meningkatkan kepedulian sosial, mendukung pendidikan serta pembinaan generasi muda dan menjaga lingkungan.

Ia berharap hubungan kemitraan antara pemerintah, gereja dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Peresmian Resort GKE Paju Epat hendaknya menjadi tanda bahwa pelayanan gereja semakin hadir, bukan hanya di dalam gedung gereja, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Peresmian tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan Sinode Resort I GKE Paju Epat Tahun 2026. Pemkab Barito Timur berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang mendukung keberlanjutan pelayanan serta memperkuat kebersamaan antara gereja, pemerintah dan masyarakat. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!