TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, menargetkan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di daerah setempat mulai beroperasi paling lambat akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bupati Barito Timur M. Yamin meninjau langsung bangunan eks Terminal Pasar Panas di Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, yang direncanakan menjadi lokasi kantor BNN, Kamis.
“Peninjauan kami ini untuk melihat langsung kesiapan lokasi yang rencananya menjadi Kantor BNN di Bartim. Bangunan ini akan direhabilitasi agar layak digunakan sebagai kantor operasional BNN,” ujar Yamin.
Dalam peninjauan tersebut, Yamin didampingi Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu, Asisten I Sekretariat Daerah Ari Panan P. Lelo, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Yamin menjelaskan, bangunan eks terminal dipilih karena dinilai berpotensi segera difungsikan setelah menjalani rehabilitasi dan dilengkapi fasilitas pendukung sesuai kebutuhan operasional.
Proses rehabilitasi bangunan tersebut juga mendapat dukungan dari mitra pemerintah daerah, PT Rimau Group. Fasilitas yang disiapkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta rekomendasi pihak BNN.
Selain menyiapkan sarana dan prasarana, Pemkab Bartim juga berkomitmen menyediakan sumber daya manusia (SDM) untuk membantu kelancaran operasional kantor tersebut.
“Kami dari Pemkab Bartim juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya membantu operasional BNN di Bartim,” katanya.
Menurut Yamin, keberadaan kantor BNN di Barito Timur diharapkan memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkotika. Kehadiran lembaga tersebut juga diharapkan meningkatkan daya cegah terhadap jaringan peredaran gelap narkoba yang mengancam masyarakat.
Ia menilai persoalan narkoba di Barito Timur perlu ditangani secara serius melalui sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Dengan berdirinya BNN di Barito Timur nanti, kami berharap mampu menekan peredaran narkoba sekaligus memberikan efek jera kepada para pengedar,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Yamin dijadwalkan memaparkan kesiapan pembentukan kantor BNN di Kabupaten Barito Timur kepada pihak terkait di Surabaya pada 14 Juli 2026.
Pemkab Bartim berharap seluruh tahapan pembentukan dan persiapan operasional dapat berjalan sesuai rencana. Kehadiran kantor BNN di daerah tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika serta mewujudkan Barito Timur yang aman dan sehat. (Kn)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!