TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM-Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026 melalui rapat koordinasi bersama pemerintah dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) serta Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Senin (7/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Kegiatan ini turut diikuti pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta perusahaan pemegang HGU dan PBPH.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Barito Timur diwakili Bupati Barito Timur M. Yamin bersama sejumlah unsur terkait. Di antaranya Komandan Yon 924 Uria Mapas, Kapolres Barito Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar beserta jajaran, serta Asisten I Setda Barito Timur.
Rakor menjadi sarana untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan pihak perusahaan dalam menghadapi meningkatnya potensi Karhutla. Pembahasan difokuskan pada kesiapsiagaan, upaya pencegahan, penanganan kejadian, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Pemkab Barito Timur menilai kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Selain itu, pemantauan wilayah dan penyampaian informasi secara cepat juga diperlukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat terus diperkuat sebagai bagian dari langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Dengan koordinasi yang berjalan baik, upaya penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat maupun lingkungan di Kabupaten Barito Timur dapat diminimalkan. (Lz)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!