PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian seiring memasuki musim kemarau. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang memiliki lahan gambut.
Menurut Ansyari, karakteristik lahan gambut membuat kebakaran menjadi lebih sulit ditangani. Api tidak hanya dapat menyebar di permukaan, tetapi juga bisa merambat dan membara di bawah tanah sehingga berpotensi kembali muncul meskipun api di permukaan telah dipadamkan.
“Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di kawasan gambut. Jangan sampai muncul titik api karena penyebarannya sangat cepat dan proses pemadamannya jauh lebih sulit,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.
Ansyari menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api. Menurutnya, upaya pemadaman akan jauh lebih sulit dan membutuhkan sumber daya yang lebih besar apabila kebakaran sudah terlanjur meluas.
“Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Dampak Karhutla, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, pendidikan, hingga berbagai kegiatan ekonomi apabila kebakaran terjadi dalam skala luas.
Karena itu, Ansyari mendorong pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan harus terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Masyarakat juga perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
“Sinergi semua pihak sangat penting. Pencegahan sejak dini merupakan cara terbaik untuk menekan munculnya titik api sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.
Ansyari berharap kewaspadaan terhadap Karhutla dapat terus ditingkatkan sepanjang musim kemarau. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan pemerintah, risiko kebakaran di kawasan rawan, khususnya lahan gambut, dapat ditekan sehingga dampak terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat dapat diminimalkan. (Ken)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!