Barito Timur 3 menit baca • 15 Sep 2026

Mabes TNI AD Perkuat Peran Warga dalam Pencegahan Karhutla di Barito Timur

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 15 September 2026 - 15:11 WIB
Ukuran Teks:
Mabes TNI AD Perkuat Peran Warga dalam Pencegahan Karhutla di Barito Timur
Keterangan Gambar: Sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat Bupati Barito Timur dan dihadiri Bupati Barito Timur M. Yamin, Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu, jajaran Forkopimda, Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas beserta jajaran.

 

 


TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Timur terus diperkuat. Salah satunya melalui sosialisasi Tim Pencegahan Karhutla Mabes TNI AD yang digelar Selasa (15/9/2026), dengan menekankan pentingnya tindakan nyata masyarakat dalam mencegah munculnya sumber api.

Tim Mabes TNI AD yang berjumlah 30 orang dipimpin Brigjen TNI Zulkifli, S.I.P., M.A.P., M.M. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Barito Timur dan dihadiri Bupati Barito Timur M. Yamin, Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu, jajaran Forkopimda, Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas beserta jajaran, Sekretaris Daerah Misnohartaku, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, kepala OPD, camat, pimpinan perusahaan pertambangan dan perkebunan, Dewan Adat Dayak, kepala desa, pengamat lingkungan, unsur organisasi masyarakat, serta sejumlah elemen lainnya.

Sebelum kegiatan sosialisasi dimulai, rombongan Mabes TNI AD bersama Bupati Barito Timur M. Yamin, Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu, jajaran Forkopimda dan Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas terlebih dahulu meninjau Posko Terpadu Penanggulangan Karhutla yang berada di halaman Kantor Bupati Barito Timur.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan unsur terkait dalam menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur.

Setelah peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi yang diawali sambutan Bupati Barito Timur M. Yamin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan Ketua Tim Sosialisasi Pencegahan Karhutla Mabes TNI AD, Brigjen TNI Zulkifli.

Dalam pemaparannya, tim menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada langkah yang dilakukan sejak dini. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima imbauan, tetapi juga memiliki tanggung jawab langsung dalam menjaga lingkungan dan lahan di sekitarnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah penghentian praktik pembakaran lahan. Masyarakat didorong menerapkan cara pengelolaan lahan tanpa bakar, termasuk memanfaatkan material organik untuk diolah menjadi pupuk kompos.

Kapten Ismail juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai sumber api yang kerap dianggap sepele. Puntung rokok tidak boleh dibuang sembarangan, sedangkan api unggun harus dipastikan telah benar-benar padam dengan menyiramnya menggunakan air sebelum meninggalkan lokasi.

“Jangan sampai sumber api yang kecil berkembang menjadi kebakaran besar. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Ismail.

Selain mencegah sumber api, masyarakat juga diminta menjaga ketersediaan sumber air di lingkungan masing-masing. Embung, kanal, maupun sumur desa perlu dirawat dan dijaga agar tetap dapat digunakan ketika musim kemarau, terutama saat terjadi kebakaran dan kebutuhan air untuk pemadaman meningkat.

Kecepatan dalam menyampaikan informasi juga menjadi salah satu bagian penting dalam pencegahan Karhutla. Warga yang melihat asap maupun titik api diminta segera melaporkannya kepada petugas atau pihak terdekat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api semakin meluas.

Masyarakat juga diharapkan terlibat dalam kegiatan patroli lingkungan, baik melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun patroli yang dilakukan di tingkat desa. Peran warga dinilai penting karena masyarakat berada paling dekat dengan lingkungan dan lahan yang berpotensi mengalami kebakaran.

Namun demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri menangani kebakaran yang sudah membesar atau berada dalam situasi berbahaya. Penanganan kondisi tersebut harus diserahkan kepada petugas yang memiliki kemampuan serta peralatan memadai.

Dalam sosialisasi itu juga ditekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Karena itu, upaya pencegahan tidak sebatas memberikan larangan membakar lahan. Tindakan nyata yang diharapkan antara lain tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga sumber api, merawat sumber air, berpartisipasi dalam pengawasan lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik kebakaran.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Forum tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah, aparat, perusahaan, serta unsur masyarakat untuk memperkuat koordinasi dan langkah bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Barito Timur. (kn)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!