potretkalteng.com - PALANGKA RAYA - Ketua Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Besar (P4B) kota Palangkaraya Syarief Rosady,A.md dalam penyampaiannya kepada media Potret Kalteng mengatakan bahwa kondisi Pasar Besar di Palangka Raya semakin sepi.
Salah satunya adalah pasar blauran dikarenakan pemerintah kota palangkaraya terlalu membuka kran ijin pasar tumpah mingguan di setiap kelurahan sehingga animo masyarakat beli kepasar makin menurun.
Disampaikan oleh Syarif bahwa selain pendapatan pedagang, para juru parkir (Jukir) juga menurun drastis, hal inilah yang membuat dirinya prihatin kepada pedagang karena dia merasa para pedagang juga banyak dibayar dan harus ditutupi.
"Contohnya ya seperti untuk bayar karyawan toko, listrik, bunga bank kridet modal, kridet mobil, kridet rumah serta biaya anak sekolah"ungkap Dadied.
Menanggapi hal itu dirinya meminta kepada Pj Walikota Palangka Raya untuk mempertimbangkan ijin pembukaan pasar tumpah yg semakin meluas sehingga merugikan pasar besar.
"Begitu juga kawan- kawan jukir mulai menurun pendapatan mereka bahkan ada kawan jukir yang kridet motor mulai macet pembayaran"ungkapnya.
Selain itu juga dampak dari sepinya pasar membuat pedagang ada telat bayar jaga malam dan retribusi sampah (sebagai pendapatan daerah) yang harus dipenuhi kewajibannya.(red)
HT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!