potretkalteng.com - Palangka Raya – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menggelar Pertemuan Validasi Data Tuberkulosis Batch 1 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023, bertempat di Swiss-Bel Hotel Danum Palangka Raya, Senin (6/11/2023).
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Prov. Kalteng Suyuti Syamsul.
Dalam sambutannya, Kadinkes menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, tepatnya kembali menjadi yang kedua setelah India. Pada tahun 2023 terjadi peningkatan estimasi insiden TBC di Indonesia, dari 969.000 di tahun 2022 menjadi 1.060.000 pada tahun 2023 dengan angka kematian 52 orang/100.000 penduduk.
Hal ini dikarenakan tidak tercapainya target penemuan kasus TB di Indonesia sehingga potensi penularan terus terjadi.
“Melalui Perpres No. 67 tahun 2021 dinyatakan bahwa Penanggulangan TBC bukan hanya urusan sektor kesehatan, melainkan menjadi tanggung jawab lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah baik Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan pemangku kepentingan, agar cita-cita eliminasi TBC 2030 dan Indonesia Bebas TBC 2050 dapat tercapai. Oleh karena itu, kita harus giat melakukan koordinasi dan kerjasama lintas sektor seperti yang tertuang dalam Perpres tersebut,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, capaian indikator utama Program TBC di tingkat Nasional tahun 2022 seperti indikator penemuan dan pengobatan (Treatment Coverage) pada TBC sensitive obat (SO) maupun TBC resisten obat (RO) di angka 66%, sementara di tahun 2023 Kemenkes RI menginstruksikan agar Treatment Coverage dapat mencapai target 90%.
"Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk dapat berusaha lebih keras untuk mencapai target tersebut," ujarnya.(adv)
Mmckalteng

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!