Barito Utara 1 menit baca • 19 Apr 2026

Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Anggota DPRD Barito Utara Desak Perbaikan Segera

Penulis: Admin Potret Kalteng | Minggu, 19 April 2026 - 15:26 WIB
Ukuran Teks:
Tower Telkomsel di Desa Sikui Terancam Longsor, Anggota DPRD Barito Utara Desak Perbaikan Segera
Keterangan Gambar: Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB



MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, melakukan tinjauan lapangan ke lokasi tanah longsor yang mengancam keberadaan tower telekomunikasi milik Telkomsel di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan keberlangsungan layanan komunikasi di wilayah tersebut.


Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Athink ini melihat langsung kondisi retakan tanah yang kian mendekati fondasi tower. Di lokasi tersebut, petugas sebenarnya telah memasang garis pembatas sebagai tanda zona bahaya, namun kondisi tanah dinilai kian kritis.


Athink menegaskan bahwa langkah perbaikan tidak boleh ditunda mengingat risiko besar yang mengintai jika struktur tower tersebut roboh.


"Kami mendapatkan gambaran akurat mengenai urgensi bahaya yang ada. Situasi di Desa Sikui ini sudah dalam kondisi kritis. Kita tidak bisa menunggu sampai tower benar-benar roboh atau menimbulkan korban jiwa," ujar Athink di sela-sela tinjauannya.


Ia menambahkan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan keluhan dan ancaman keselamatan yang dihadapi masyarakat segera mendapat perhatian dari pihak terkait.


Berdasarkan hasil pantauan tersebut, Athink mendesak pihak pengelola tower untuk segera mengambil langkah teknis. Menurutnya, keselamatan warga dan stabilitas infrastruktur harus menjadi prioritas utama.


Beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain:


-Stabilisasi Tanah: Melakukan penguatan lereng di sekitar area tower.


-Perbaikan Struktur: Mengevaluasi kembali kekuatan fondasi pasca-longsor.


-Relokasi: Mempertimbangkan pemindahan tower jika kajian teknis menunjukkan lahan tidak lagi stabil.


"Kini tindak lanjut berada di tangan pihak pengelola. Kami berharap mereka tidak abai dan segera merespons dengan tindakan nyata sebelum dampak yang lebih luas terjadi," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat berharap adanya koordinasi cepat antara pemerintah daerah, pihak desa, dan vendor telekomunikasi agar potensi bencana ini dapat segera teratasi.


RT

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!