Barito Utara 2 menit baca • 22 Jul 2026

Pengawasan Keluarga dan Sekolah Diperkuat, DPRD Barut Soroti Perundungan Anak

Penulis: Admin Potret Kalteng | Rabu, 22 Juli 2026 - 14:14 WIB
Ukuran Teks:
Pengawasan Keluarga dan Sekolah Diperkuat, DPRD Barut Soroti Perundungan Anak
Keterangan Gambar: Foto: Dokumentasi Redaksi / POTRET KALTENG

 

 

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Kasus perundungan atau bullying di kalangan anak dan remaja mendapat perhatian dari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli. Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara serius dan melibatkan berbagai pihak.

Henny mengatakan, perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan maupun tindakan yang berdampak terhadap kondisi psikologis anak. Karena itu, persoalan tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai kenakalan biasa.

Menurutnya, pencegahan bullying perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan lebih aktif berkomunikasi dengan anak, memberikan perhatian, serta membangun suasana yang membuat anak merasa nyaman untuk menceritakan berbagai persoalan yang dialaminya.

“Pencegahan bullying harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu meluangkan waktu mendengarkan cerita anak tanpa langsung menghakimi agar anak merasa aman untuk menyampaikan pengalaman yang dialaminya,” ujar Henny, Rabu (22/7/2026).

Selain pengawasan di lingkungan rumah, Henny juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Sekolah perlu memiliki langkah pencegahan serta penanganan yang jelas apabila terjadi perundungan terhadap peserta didik.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan aktivitas anak di ruang digital. Penggunaan media sosial yang tidak terpantau dapat membuka peluang terjadinya perundungan siber atau cyberbullying.

“Orang tua juga harus peka terhadap perubahan sikap anak, seperti perubahan pola tidur, menurunnya nafsu makan, atau munculnya ketakutan untuk pergi ke sekolah,” katanya.

Henny menilai komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi persoalan sejak dini. Pendidikan mengenai empati, toleransi, serta sikap saling menghargai juga perlu ditanamkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya mencegah dan menangani bullying membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Dengan pengawasan serta pendampingan yang dilakukan bersama, lingkungan tumbuh kembang anak diharapkan dapat menjadi lebih aman.

Ia berharap setiap pihak tidak hanya bertindak ketika kasus perundungan telah terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan sejak dini agar anak-anak dapat belajar, bersosialisasi, dan berkembang dalam lingkungan yang positif.

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!