Potretkalteng.com - Katingan - Pasca operasi PETI yang dilaksanakan oleh Polda Kalteng ternyata tidak membuat jera para pelaku penambang liar, Minggu (11/9/22) didapati masih banyak adanya penambangan liar menggunakan alat berat excavator merajalela di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah khususnya wilayah Kereng Pangi.
kegiatan penambang emas yang dilakukan secara liar sangat berpotensi merusak alam, bahkan mencemari lingkungan khusus nya sungai. Dampak dari penambangan secara liar juga berpotensi menimbulkan bencana banjir akibat pendangkalan sungai sehingga air sungai tidak semestinya mengalir.
Saat awak media mendatangi lokasi salah satu tambang yang berada di kilometer empat belas jalan lintas Samba terlihat para pekerja tambang dan pemain alat berat excavator tidak berada di lokasi tambang hanya bertemu dengan pengawas kepercayaan bos untuk memantau alat berat excavator berkerja.
Dikatakan salah satu pengawas alat berat yang sedang beroperasi yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa ada banyak alat berat yang beroperasi diwilayah lokasi yang berbeda-beda.
"Ada juga di lokasi masuk kilometer tiga satu jalan lintas desa Samba alat berat excavator yang beroperasi siang-malam di lahan milik warga desa Karia Unggang"ungkapnya.
Menurut pengakuan masyarakat sekitar ada banyak alat berat yang berkegiatan melakukan penambangan liar, di kereng Pangi salah satu nya udah tersebar hampir semua wilayah desa.
"Ini bukan tambang rakyat lagi kalau udah menggunakan metode alat berat excavator ini tambang pera oknum yang berlindung atas mana rakyat atau masyarakat para bik bos memperkaya diri dan golongan mereka sendri"ungkapnya.
Ditambahkannya ada Lokasi PETI yang ada di wilayah kabupaten Kereng Pangi di desa Sampang, desa Petak Bahandang, desa Karia Unggang, desa Hampalit.(red)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!