MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM - Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Barito Utara dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Situasi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU dan lonjakan harga signifikan di tingkat pengecer.
Pantauan di lapangan pada Kamis pagi menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter di SPBU Muara Teweh dan sekitarnya. Sejumlah warga bahkan terlihat membawa jeriken berharap mendapatkan jatah BBM sebelum stok kembali habis.
Akibat kelangkaan ini, harga BBM di kios-kios eceran meningkat tajam. Pertalite dijual hingga Rp25.000 per liter, sementara Pertamax mencapai Rp30.000 per liter, jauh di atas harga resmi SPBU.
“Biasanya saya jual paling tinggi Rp12.000 untuk Pertalite, tapi sekarang barangnya susah sekali. Kami juga terpaksa jual mahal karena beli dari pengepul sudah tinggi,” ujar Rina (34), salah satu pedagang eceran di Muara Teweh.
Kelangkaan BBM berdampak besar pada aktivitas masyarakat. Pengemudi ojek, pedagang, hingga pekerja tambang mengeluhkan biaya operasional yang melonjak.
“Pendapatan tetap, tapi modal naik dua kali lipat. Kalau Pertalite sampai Rp25.000 begini, kami benar-benar kewalahan,” kata Rahmat, pengemudi ojek pangkalan.
Sejumlah warga berharap pemerintah bergerak cepat mengatasi persoalan yang dianggap sangat mempengaruhi ekonomi lokal ini.
“Setiap hari harga naik, antrean makin panjang, kami meminta solusi cepat,” kata Yanto, warga setempat.
RT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!