PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM-Keberlanjutan program beasiswa Kalteng Berkah pada tahun anggaran 2027 menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. DPRD meminta pemerintah provinsi menghitung kebutuhan anggaran secara cermat dan menyeluruh agar seluruh mahasiswa penerima bantuan dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap proyeksi kenaikan anggaran pada 2027 yang dinilai masih terbatas. Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut berpotensi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan pendidikan, termasuk keberlanjutan program beasiswa Kalteng Berkah.
“Justru yang kita pertanyakan adalah tahun depan. Anggaran pada 2027 ini naiknya hanya sedikit, dari 5,2 triliun menjadi 5,4 triliun. Kalau dana tersebut harus membiayai semuanya, termasuk beasiswa Kalteng Berkah, kami khawatir dananya tidak cukup sehingga mahasiswa malah terancam putus kuliah,” ujar Sugiyarto di Palangka Raya, Senin (10/8).
Ia mendesak Pemprov Kalteng melakukan penghitungan total kebutuhan beasiswa secara menyeluruh sebelum menetapkan alokasi anggaran. Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan pendidikan tidak terhenti ketika mahasiswa masih dalam proses menyelesaikan perkuliahan.
Sugiyarto mengingatkan, jangan sampai mahasiswa hanya mendapatkan bantuan pada beberapa semester awal, kemudian pencairannya terhenti pada semester berikutnya karena keterbatasan anggaran.
“Jangan hanya membiayai semester satu, dua, dan tiga, lalu semester empatnya libur. Nah, ini kan akan menjadi masalah besar bagi mahasiswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugiyarto menjelaskan bahwa pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 masih berlangsung. Dengan demikian, besaran pasti alokasi anggaran untuk program beasiswa Kalteng Berkah belum dapat ditetapkan.
DPRD Kalteng, lanjutnya, akan mencermati postur anggaran pendidikan secara lebih mendalam dalam tahapan pembahasan berikutnya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah memastikan kemampuan fiskal daerah dapat mengakomodasi kebutuhan program beasiswa secara berkelanjutan.
Menurut Sugiyarto, keberlanjutan Kalteng Berkah harus menjadi perhatian utama karena program tersebut berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
“Kami terus mengingatkan hal ini karena program tersebut merupakan janji Gubernur. Jadi, pembiayaannya mutlak harus ter-cover dengan aman di anggaran 2027,” tekannya. (RSA)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!