Potretkalteng.com - Palangkaraya - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah (Kalteng) PT. Bank Kalimantan Tengah semula adalah berbentuk Perusahaan Daerah (PD), didirikan pada tanggal 28 Oktober 1961.
Pada tahun 1981 semua saham milik swasta dibeli oleh pemerintah sehingga Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah.
Sesuai perkembangannya berdasarkan Perda Nomor 8 tahun 1992 yang disahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor 584-42-420 tanggal 23 Maret 1993, menetapkan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah sebagai Bank Umum dengan modal dasar Rp 15 miliar dan kini tahun 2023 tercatat sudah memiliki Rp. 2,5 Triliun.
Karena hal itu, sebagai bentuk wujud tanda terima kasih Bank Kalteng kepada Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran yang terus mendukung Bank Kalteng, pihak Bank Kalteng membuat gelar yang bergambar Gubernur Kalteng, H.Sugianto Sabran dan logo bank kalteng.
Disampaikan Rahmat Hidayat, bahwa ini merupakan bentuk terimakasih Bank Kalteng kepada dukungan yang diberikan oleh Gubernur Kalteng, dan rencana juga di daerah akan dibuat logo-logo kepala daerah masing-masing karena telah berkontribusi terhadap komitmen kuat untuk pengalokasian anggaran dalam rangka Kewajiban Pemenuhan Modal Inti PT Bank Kalteng.

Gelas dengan logo Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran selaku pemegang saham di Bank Kalteng
"Mudahan nasabah bank Kalteng semakin bertambah dan juga modal semakin besar, dan tentu kita bersyukur bahwa bank kalteng termasuk 35 besar bank daerah yang memenuhi syarat oleh OJK, untuk lebih berkembang lagi sesuai visi misi utamanya yaitu
Melayani Nasabah" ungkapnya.
Pihaknya sangat berharap khususnya untuk Pemerintah Kabupaten beserta DPRD Kabupaten Kapuas dan Pemerintah Kabupaten beserta DPRD Pulang Pisau, agar tetap memiliki komitmen kuat untuk pengalokasian anggaran dalam rangka Kewajiban Pemenuhan Modal Inti PT. Bank Kalteng dalam APBD Tahun Anggaran 2023 (perubahan) dan APBD murni tahun anggaran 2024.
"Dengan komitmen semua pihak, kami berharap dapat memenuhi kewajiban modal inti minimal Rp 3 triliun pada akhir 2024," katanya.(red)
HT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!