JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan ruang serta peluang lebih besar bagi pemuda suku Dayak untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kebijakan afirmatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan sistem pertahanan nasional yang inklusif sekaligus memberikan keadilan akses bagi pemuda dari kawasan pedalaman Kalimantan.
Andina menilai pemuda Dayak memiliki potensi alamiah yang sangat relevan dengan kebutuhan lapangan TNI. Kemampuan adaptasi di lingkungan hutan tropis, ketahanan fisik, serta kearifan lokal dalam menjaga wilayah menjadi nilai tambah penting bagi pertahanan negara.
Meski mendukung affirmative action, wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah ini menegaskan bahwa standar baku dan profesionalisme penerimaan prajurit tetap harus dijaga.
"Standar kelulusan TNI harus tetap tunggal, objektif, dan profesional. Yang kita perbaiki adalah titik awalnya, sehingga anak-anak dari daerah terpencil memperoleh peluang yang sama dengan mereka yang berasal dari kota-kota besar," ujar Andina.
Guna menindaklanjuti kebijakan Presiden Prabowo, Andina mendorong beberapa langkah konkret:
* Pembinaan Pra-Rekrutmen: Penyelenggaraan pelatihan akademik, fisik, dan pemeriksaan kesehatan awal bagi pelajar serta pemuda Dayak sebelum mengikuti tes resmi.
* Pemerataan Lokasi Seleksi: Mendekatkan pusat penerimaan ke wilayah pelosok guna memangkas kendala geografis dan biaya.
* Kolaborasi Daerah: Sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan tokoh adat lokal untuk menginventarisasi potensi generasi muda di daerah.
Ia menambahkan bahwa peningkatan keterwakilan putra-putri daerah di tubuh TNI sangat krusial, terlebih dengan posisi strategis Kalimantan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai mitra kerja Kementerian Pertahanan dan TNI, Komisi I DPR RI berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
"Patriotisme tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan oleh pengabdian kepada Merah Putih. Ketika negara membuka pintu yang lebih adil bagi putra-putri Dayak, sesungguhnya kita sedang memperkuat persatuan Indonesia dan memperkokoh fondasi pertahanan nasional," pungkasnya.
RT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!