Nasional 1 menit baca • 31 Jan 2023

Upload Karikatur Bocah Disuruh Beli Keadilan, Mahfud MD Sindir Penegakan Hukum di Indonesia?

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 31 Januari 2023 - 18:34 WIB
Ukuran Teks:
Upload Karikatur Bocah Disuruh Beli Keadilan, Mahfud MD Sindir Penegakan Hukum di Indonesia?
Keterangan Gambar: Screenshoot dari twit Mahfud MD di twitter pribadinya

Potretkalteng.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengunggah sebuah karikatur melalui akun Twitter pribadinya. Mahfud mengaku karikatur itu dikirim oleh salah seorang menteri yang sama-sama sedang menjabat.

Mahfud menyampaikan hal tersebut sembari membubuhkan emotikon tertawa seakan memberikan kode sesuatu.

"Dapat kiriman ini dari sesama menteri," kata Mahfud melalui akun Twitter @mohmahfudmd pada Selasa (31/1/2023).

Karikatur yang dimaksud menggambarkan seorang bocah laki-laki dengan bapak-bapak. Sembari memegang ujung meja, bocah tersebut meminta keadilan kepada bapak-bapak tersebut.

"Mau minta keadilan, pak?," kata bocah itu.

Namun, terlihat bocah itu malah dibentak oleh bapak-bapak tersebut sembari mengatakan.

"Minta... minta... beli!," teriak bapak-bapak itu.

Unggahan Mahfud itu mendapatkan respon beragam dari warganet. Banyak warganet yang menyayangkan atas sikap Mahfud yang seolah meremehkan seseorang saat sedang meminta keadilan.

"Why, would you tweet this? (Kenapa kamu mencuitkan ini?)," tanya seorang warganet.

Kemudian ada warganet yang kecewa karena melihat kelakuan menterinya yang menjadikan penderitaan rakyatnya sebagai bahan guyonan.

"Kesusahan warga Indonesia cuman jadi bahan lelucon sesama menteri. Emang terkutuk bener kalian," tutur warganet.

Sementara warganet lainnya mempertanyakan sisi humor dari karikatur yang diunggah Mahfud.

"Letak lucunya di mana sampai pakai emot ketawa yang berlebihan gini?," tanya warganet.

Belum diketahui arah kemana maksud karikatur yang diunggah oleh mantan Ketua MK ini, namun menurut banyak warganet menilai bahwa Mahfud MD sedang mengkritik sistem keadilan di Indonesia yang terkesan bisa di jual belikan.(red)

RT

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!