MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait potensi tanah longsor yang mengancam tower telekomunikasi di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena berada dekat dengan infrastruktur vital dan akses utama masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, ditemukan retakan tanah serta penurunan struktur tanah yang cukup signifikan di sekitar lokasi tower. Jarak titik longsor dengan kaki tower diperkirakan hanya sekitar lima meter, sedangkan dengan badan jalan nasional sekitar 15 meter.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan langkah penanganan darurat guna mencegah risiko yang lebih besar. "Penanganan cepat perlu dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas infrastruktur di lokasi," ujarnya.
Selain itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara juga telah berkoordinasi dengan pihak penyedia layanan telekomunikasi agar segera melakukan langkah antisipatif terhadap tower yang berada di kawasan rawan tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan tersebut ketika hujan dengan intensitas tinggi, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan.

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!