Barito Selatan 2 menit baca • 1 jam lalu

Kualitas Udara Barsel Berstatus Berbahaya, Polisi Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih

Penulis: Admin Potret Kalteng | Senin, 5 Oktober 2026 - 10:21 WIB
Ukuran Teks:
Kualitas Udara Barsel Berstatus Berbahaya, Polisi Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih
Keterangan Gambar: Petugas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Barito Selatan.

 

 

BUNTOK, POTRETKALTENG.COM- Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, tengah menghadapi kondisi serius akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang berdampak terhadap kualitas udara dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Berdasarkan data Stasiun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Selatan di Sanggu, Sabtu (3/10/2026) pukul 07.02 WIB, kualitas udara tercatat berada pada status berbahaya dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 779.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Barito Selatan, Resti Teluni, menyampaikan bahwa parameter pencemar didominasi partikel debu halus. Tercatat PM10 berada di angka 779, sedangkan PM2.5 mencapai 586.

Kondisi tersebut terjadi di tengah cuaca pagi dengan suhu sekitar 25,6 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 94 persen.

Selain menghadapi ancaman kabut asap, masyarakat Barsel juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sejumlah sumber air dan sumur warga mulai mengering.

Merespons kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Barito Selatan terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Kapolres Barito Selatan AKBP Eko Mardianto mengatakan, selama sekitar tiga pekan sejak dirinya menjabat, pihaknya telah menyalurkan sekitar 80 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sudah sekitar 80 ribuan liter kami salurkan ke berbagai daerah yang kekurangan air bersih,” ujarnya.

Penyaluran dilakukan secara bertahap bersama jajaran Polsek dan Bhayangkari. Selain bantuan air, kepolisian juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta vitamin bagi masyarakat yang rentan terdampak kabut asap dan kekeringan.

Menurut Eko, wilayah yang dapat dijangkau langsung akan ditangani oleh Polres, sementara daerah yang sulit dijangkau akan dibantu jajaran Polsek setempat.

“Kami terus berupaya membantu masyarakat. Untuk daerah yang terjangkau oleh Polres, akan kami tangani langsung. Namun untuk wilayah yang sulit dijangkau, pendistribusian dilakukan oleh Polsek setempat,” jelasnya.

Sementara itu, bantuan air bersih dari pihak perusahaan juga mendapat perhatian DPRD Barito Selatan. Legislator Barsel, Arbanu, meminta PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) mengevaluasi kualitas air yang disalurkan kepada warga Desa Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai.

Menurutnya, bantuan tersebut patut diapresiasi karena sangat membantu masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Namun, kualitas air juga perlu diperhatikan agar benar-benar layak digunakan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PT MUTU yang rutin membantu warga. Namun, kualitas air juga harus diperhatikan agar masyarakat nyaman menggunakannya,” ujarnya.

Kepala Desa Ugang Sayu, Supriadi, menyebut bantuan air dari perusahaan cukup membantu kebutuhan masyarakat. Namun, untuk mengatasi persoalan kekeringan dalam jangka panjang, pemerintah desa mengusulkan pembangunan embung.

Menanggapi hal tersebut, External Relation Department Head PT MUTU, Agus Karyawan, menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan masyarakat dan berencana membangun fasilitas penunjang ketersediaan air bersih.

Rencana tersebut mencakup pembangunan sumur bor dan embung. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan skema pembangunan sumur bor serta tangki penampungan air di Desa Ugang Sayu dan Mangaris.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, sekaligus menjadi solusi jangka panjang menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Barito Selatan. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!