MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM - Amanat Menteri Sosial yang dibacakan oleh Bupati H. Shalahuddin dalam upacara Hari Pahlawan menyoroti perubahan fundamental dalam bentuk perjuangan bangsa. Era modern menuntut transformasi: perjuangan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian tulus.
Ilmu pengetahuan dijadikan senjata utama untuk menyelesaikan masalah pembangunan, sementara empati menjadi landasan moral untuk merumuskan kebijakan yang adil dan inklusif. Transformasi ini mengharuskan seluruh aparatur negara, termasuk di Barito Utara, untuk bekerja secara cerdas dan berhati nurani.
Ketua DPRD Barito Utara, Hj. Mery Rukaini, mengapresiasi penekanan pada aspek ini. Beliau sependapat bahwa tugas legislatif masa kini adalah menggunakan kecerdasan dan hati nurani untuk memperjuangkan keadilan sosial. Hal ini diwujudkan melalui pengawasan anggaran yang ketat dan perumusan Perda yang pro-rakyat.
Perjuangan untuk membela kebenaran dan keadilan sosial kini berpusat pada upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Ini adalah cara terbaik bagi ASN dan pejabat publik untuk menghormati jasa para pahlawan.
Dengan demikian, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi seluruh stakeholders Barito Utara untuk beradaptasi dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan didasari oleh prinsip kecerdasan dan kepedulian.
RI

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!