BUNTOK, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memperingati Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026 melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., di Halaman Kantor Bupati Barito Selatan, Senin (21/9/2026).
Peringatan Hari Jadi ke-67 tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta nilai-nilai Huma Betang dalam mendukung pembangunan Kabupaten Barito Selatan.
Upacara tersebut turut dihadiri Forkopimda Kalimantan Tengah, Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah Ny. Aisyah Thisia Agustiar Sabran, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Selatan Dr. Hj. Permana Sari, M.Sie., M.M., MBA., Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, S.T., M.T., beserta Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., serta jajaran DPRD dan Forkopimda Kabupaten Barito Selatan.
Hadir pula para bupati dan wali kota atau yang mewakili, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Barito Selatan, sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, insan media, ASN, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan rasa bahagia dapat hadir bersama masyarakat Barito Selatan dalam memperingati Hari Jadi Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus dalam suasana penuh persaudaraan.
Menurutnya, tema Hari Jadi ke-67, “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”, dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat Huma Betang dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan daerah.
“Huma Betang adalah rumah besar kita, yang bukan menghilangkan sekat perbedaan, tetapi menyatukan segala perbedaan. Untuk itulah dalam momen istimewa hari ini, saya mengajak Bupati Barito Selatan beserta jajaran dan seluruh masyarakat Barito Selatan, mari kita bersinergi bersama, mari kita bersinergi bersama, mari kita berkolaborasi bersama, untuk mewujudkan pembangunan daerah Bumi Tambun Bungai yang makin adil merata, dari pedalaman hingga perkotaan,” ujar Agustiar.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian daerah dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam harus dikelola secara bertanggung jawab sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Agustiar mendorong agar produk lokal dan pelaku UMKM terus berkembang, sektor pariwisata mampu memberikan nilai tambah ekonomi, serta ketahanan pangan semakin diperkuat. Di sisi lain, nilai-nilai budaya dan kearifan lokal juga perlu terus dijaga agar kemajuan daerah tetap berjalan tanpa kehilangan jati diri.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengharapkan dukungan masyarakat Barito Selatan terhadap visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk pelaksanaan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Untuk Kabupaten Barito Selatan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) KHBS tercatat sebanyak 12.209 keluarga. Selain itu, masyarakat juga diajak mendukung berbagai program prioritas nasional dalam ASTA CITA Presiden, di antaranya Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan program lainnya.
Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan kejadian karhutla telah menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Penanganan dilakukan melalui sinergi Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta berbagai unsur terkait.
“Namun kami tidak bisa bekerja sendiri. perlu dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan masyarakat. kepada perusahaan perkebunan, kehutanan, dan pemegang izin lainnya, saya minta agar benar-benar menjalankan tanggung jawab penanganan karhutla di wilayah kerjanya masing-masing dan kepada masyarakat, saya minta tetap tenang namun waspada, gunakan masker saat kondisi udara di luar kurang baik, saling peduli, saling jaga,” harap Agustiar.
Agustiar menegaskan bahwa perusahaan maupun masyarakat tidak diperbolehkan membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat.
Penanganan dampak tersebut antara lain melalui penyediaan rumah oksigen, masker, air bersih, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Gubernur mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan gotong royong dalam mencegah serta menanggulangi karhutla. Pemerintah, dunia usaha, aparat, relawan, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan pun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun daerah yang mandiri, berdaya saing, tetap berpegang pada kearifan lokal, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Kn)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!