Barito Selatan 2 menit baca • 03 Sep 2026

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Barsel Perkuat Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan

Penulis: Admin Potret Kalteng | Kamis, 3 September 2026 - 12:43 WIB
Ukuran Teks:
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Barsel Perkuat Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan
Keterangan Gambar: Pejabat Sekda Barito Selatan,Ita Minarni saat di wawancarai di Buntok.

BUNTOK, POTRETKALTENG.COM-** Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mengambil langkah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih yang terjadi akibat kemarau panjang.

Pemkab Barsel memastikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 akan ditambah dari sebelumnya Rp5 miliar menjadi Rp8 miliar.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Barito Selatan, Ita Minarni, mengatakan penambahan anggaran tersebut diperlukan mengingat ancaman karhutla masih cukup tinggi dan sejumlah wilayah mulai mengalami dampak kekeringan.

Menurutnya, tambahan anggaran BTT diperoleh melalui pergeseran sejumlah program dan kegiatan yang dinilai belum menjadi prioritas. Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana, termasuk operasional personel yang berada di lapangan.

Pemkab Barsel juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, baik dari BPBD, TNI maupun Polri. Kebutuhan seperti makanan, kesehatan dan operasional petugas menjadi perhatian pemerintah daerah.

Selain penanganan karhutla, Pemkab Barsel juga menyiapkan langkah menghadapi krisis air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah desa.

Untuk jangka pendek, pemerintah daerah akan menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki dengan menggandeng Perumdam. Sementara sebagai langkah jangka menengah, pembangunan sumur bor di sejumlah titik juga telah disepakati.

Bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga akan diarahkan ke Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan cukup serius.

Pendataan masyarakat dan wilayah yang membutuhkan bantuan akan dilakukan bersama oleh pemerintah daerah dengan melibatkan DPRD Barsel. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Pemkab Barsel juga menyiapkan tambahan dukungan anggaran untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Seiring kondisi kemarau yang belum diketahui kapan berakhir, status tanggap darurat bencana juga dipastikan akan diperpanjang.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat sekaligus memastikan penanganan karhutla dan dampak kekeringan dapat berjalan. secara optimal. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!