Barito Utara 2 menit baca • 07 Agt 2026

DPRD Barut Minta Puskesmas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kabut Asap

Penulis: Admin Potret Kalteng | Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:30 WIB
Ukuran Teks:
DPRD Barut Minta Puskesmas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kabut Asap
Keterangan Gambar: Jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara saat berada di UPT Puskesmas Muara Teweh.

 

 

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara menyoroti kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan didorong meningkatkan kesiapsiagaan, terutama puskesmas yang menjadi salah satu fasilitas terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

DPRD Barito Utara menilai kondisi kabut asap perlu mendapatkan perhatian karena penurunan kualitas udara dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan perlu mendapat perhatian selama kualitas udara berada dalam kondisi kurang baik.

Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas di wilayah Barito Utara didorong memastikan kesiapan pelayanan apabila terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap. Ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta berbagai sarana pendukung pelayanan perlu dipastikan dalam kondisi memadai.

Selain kesiapan fasilitas kesehatan, DPRD menilai langkah pencegahan juga perlu diperkuat. Masyarakat harus memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi kualitas udara serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap dalam aktivitas sehari-hari.

DPRD juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah serta menjaga kondisi tubuh dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap.

Puskesmas di setiap wilayah diharapkan turut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Informasi mengenai gejala gangguan kesehatan yang dapat berkaitan dengan paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan pernapasan lainnya, perlu disampaikan agar masyarakat dapat segera mencari pertolongan apabila mengalami keluhan.

DPRD Barito Utara juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kabut asap. Koordinasi tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, tetapi juga perangkat daerah yang menangani lingkungan, kebencanaan, dan informasi publik untuk melakukan pemantauan serta mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan.

Menurut DPRD, kesiapan puskesmas merupakan bagian penting dalam upaya mitigasi apabila kabut asap meluas. Pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan diharapkan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat sehingga keluhan kesehatan dapat ditangani sedini mungkin.

Di samping penanganan dampak kesehatan, DPRD menilai upaya pencegahan munculnya kabut asap harus terus dilakukan. Edukasi kepada masyarakat mengenai larangan pembakaran lahan secara sembarangan serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perlu diperkuat sebagai bagian dari langkah pencegahan.

DPRD Barito Utara berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif sebelum kondisi kabut asap berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas. Pemantauan kualitas udara dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu dilakukan secara berkala agar langkah yang diambil dapat menyesuaikan perkembangan situasi.

DPRD menegaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat perlu menjadi perhatian utama dalam menghadapi kondisi kabut asap. Dengan kesiapan fasilitas kesehatan, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, dampak kabut asap terhadap kesehatan diharapkan dapat diminimalkan. (Ry)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!