Pemprov Kalteng 2 menit baca • 26 Mei 2026

Diduga Batalkan Penyaluran Hewan Kurban, Anggota DPRD Kalteng Semprot Biro Kesra di Media Sosial

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 26 Mei 2026 - 16:45 WIB
Ukuran Teks:
Diduga Batalkan Penyaluran Hewan Kurban, Anggota DPRD Kalteng Semprot Biro Kesra di Media Sosial
Keterangan Gambar: Postingan di Facebook probadi Faridawaty Darlan Atjeh





PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, melayangkan kritik keras terhadap Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalteng melalui akun Facebook pribadinya.


Kritik tersebut dipicu oleh dugaan pembatalan sepihak bantuan hewan kurban untuk tiga masjid, dengan alasan tidak disetujui oleh Gubernur Kalteng.


Dalam unggahannya, Faridawaty menyayangkan sikap jajaran Biro Kesra yang dinilai tidak profesional. Ia menjelaskan bahwa pihak Komisi III DPRD Kalteng sebelumnya diminta untuk melengkapi proposal pengajuan hewan kurban tepat waktu. Namun, saat proposal sudah diserahkan, pihak Kesra justru mengonfirmasi bahwa bantuan tersebut dibatalkan.


"Proposal masuk sesuai time limit yang kalian minta. Lalu hari ini kalian katakan hewannya tidak ada karena tidak disetujui Pak Gubernur. Apa ini benar? Saya sudah ingatkan ya jangan suka jual-jual nama Gubernur jika itu akan menyakiti hati masyarakat," tulis Faridawaty dalam status Facebook-nya.


Faridawaty juga mempertanyakan apakah ada unsur kesengajaan dari pihak birokrasi untuk menyudutkan kepala daerah. Ia meyakini bahwa Gubernur Kalteng tidak mengetahui persoalan pembatalan ini secara sepihak.


"Saya tahu Pak Gub tidak begini karena Pak Gub bantu masyarakat... Saya tulis ini karena saat kalian dihubungi lalu mengatasnamakan Bapak Gub (tidak setuju). Terima kasih ya KESRA. Cc. Yth Bapak Gub Kalteng," lanjutnya.


Guna memastikan masyarakat di tiga masjid tersebut tetap dapat merayakan Hari Raya Idul Adha dengan layak, Faridawaty menegaskan akan mengambil alih pengadaan hewan kurban tersebut menggunakan dana pribadinya.


Meski demikian, ia memberikan peringatan keras kepada Biro Kesra agar tidak menyalahgunakan proposal yang sudah masuk untuk laporan pertanggungjawaban seolah-olah bantuan tersebut terealisasi dari anggaran daerah.


"Saya akan beli hewan secara pribadi, tetapi perbuatan ini tidak profesional dan memalukan. Awas aja jika proposal yang masuk dipakai untuk pertanggungjawaban," tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Tengah serta pihak Humas Protokol Provinsi Kalteng untuk mendapatkan klarifikasi dan perimbangan informasi terkait mekanisme penyaluran bantuan hewan kurban tersebut. (Red)


RT

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!