Pemprov Kalteng 1 menit baca • 06 Nov 2025

Harga Cabai Anjlok, Petani Kapuas Terpaksa Buang Panen: Komisi II DPRD Kalteng Soroti Tata Niaga yan

Penulis: Admin Potret Kalteng | Kamis, 6 November 2025 - 19:50 WIB
Ukuran Teks:
Harga Cabai Anjlok, Petani Kapuas Terpaksa Buang Panen: Komisi II DPRD Kalteng Soroti Tata Niaga yan
Keterangan Gambar: Ketua Komisi II DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah.





PALANGKARAYA,POTRETKALTENG.COM-Anjloknya harga cabai di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kembali memicu keresahan petani. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan petani mencabuti tanaman cabai mereka dan membuang hasil panen karena harga di tingkat pasar hanya berkisar Rp 15 ribu per kilogram. Dalam rekaman itu, salah satu petani memohon agar pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga demi keberlangsungan hidup keluarga mereka.


Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menyatakan bahwa fenomena ini bukan sekadar fluktuasi harga musiman. Ia menilai, persoalan tersebut menunjukkan adanya masalah mendasar dalam tata niaga hortikultura yang memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Menurutnya, komoditas cabai memiliki biaya produksi yang tinggi dan sangat rentan terhadap gejolak pasar.


Nafsiah menegaskan perlunya campur tangan pemerintah melalui langkah-langkah cepat dan terukur. Ia merekomendasikan pendataan struktur harga secara akurat dan real-time di tingkat petani, serta mendorong adanya fasilitasi penyerapan hasil produksi melalui koperasi atau kemitraan off-taker. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengurangi beban kerugian petani.


Selain stabilisasi harga, ia juga mendorong pengembangan hilirisasi cabai sebagai solusi jangka panjang. Produk seperti cabai kering, bubuk, pasta, atau olahan lainnya dapat menjaga nilai ekonomi komoditas saat produksi melimpah. Nafsiah memastikan Komisi II DPRD Kalteng akan memperkuat fungsi pengawasan untuk memastikan petani mendapat perlindungan yang memadai. Menurutnya, kesejahteraan petani merupakan kunci ketahanan pangan sekaligus penopang stabilitas ekonomi daerah.(KL)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!