Barito Utara 2 menit baca • 12 Agt 2026

Tiga Jembatan Strategis Barut Masuk Program Tahun Jamak hingga 2029

Penulis: Admin Potret Kalteng | Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:59 WIB
Ukuran Teks:
Tiga Jembatan Strategis Barut Masuk Program Tahun Jamak hingga 2029
Keterangan Gambar: Bupati Barito Utara, Shalahuddin, dan Ketua DPRD, Mery Rukaini, menandatangani Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak, 2026-2029, di Muara Teweh.

 

 

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama DPRD menyepakati penganggaran pembangunan tiga jembatan strategis melalui skema kegiatan tahun jamak atau multiyears. Pembiayaan proyek tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai APBD Perubahan 2026 hingga APBD 2029.

Kesepakatan penganggaran dituangkan dalam Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak yang ditandatangani Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama DPRD dalam rapat paripurna III DPRD di Muara Teweh, Rabu (12/8/2026).

Total alokasi dana untuk tiga proyek jembatan tersebut mencapai Rp457,1 miliar. Skema tahun jamak digunakan karena sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu lebih dari satu tahun anggaran untuk dapat diselesaikan.

Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiyono, saat membacakan nota kesepakatan menjelaskan bahwa pola penganggaran tahun jamak diperlukan agar tahapan pelaksanaan pekerjaan sekaligus pembiayaannya dapat direncanakan secara lebih terukur hingga 2029.

Adapun tiga proyek yang masuk dalam kesepakatan tersebut meliputi pembangunan lanjutan Jembatan Lemo Seberang–Desa Lemo, pembangunan lanjutan Jembatan Sikan–Tumpung Laung, serta pembangunan Jembatan Lahei Seberang–Lahei.

Untuk pembangunan lanjutan Jembatan Lemo Seberang–Desa Lemo, anggaran yang disiapkan sebesar Rp15,015 miliar pada 2026, Rp39,810 miliar pada 2027, Rp40,040 miliar pada 2028 dan Rp5,235 miliar pada 2029. Total anggaran untuk proyek tersebut mencapai Rp100,1 miliar.

Sementara itu, pembangunan lanjutan Jembatan Sikan–Tumpung Laung mendapatkan alokasi Rp15,6 miliar pada 2026, Rp41,475 miliar pada 2027, Rp41,475 miliar pada 2028 dan Rp5,450 miliar pada 2029. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp154 miliar.

Adapun pembangunan Jembatan Lahei Seberang–Lahei memperoleh alokasi sebesar Rp30,450 miliar pada 2026, Rp81,075 miliar pada 2027, Rp81,075 miliar pada 2028 dan Rp10,4 miliar pada 2029. Total anggaran proyek tersebut mencapai Rp203 miliar.

Melalui kesepakatan tersebut, Pemkab dan DPRD Barito Utara berkomitmen menjaga kesinambungan tahapan pembangunan hingga seluruh proyek dapat diselesaikan pada 2029. Pembangunan ketiga jembatan diharapkan mendukung peningkatan konektivitas antarkawasan serta memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah Barito Utara.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Barito Utara, Mery Rukaini, didampingi Wakil Ketua I Benny Siswanto dan Wakil Ketua II Henny Rosgiaty Rusli. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Muhlis, anggota DPRD, kepala perangkat daerah serta sejumlah undangan lainnya.

Dengan adanya nota kesepakatan penganggaran kegiatan tahun jamak tersebut, pelaksanaan pembangunan tiga jembatan strategis diharapkan memiliki kepastian tahapan dan pendanaan hingga 2029, sekaligus memberikan manfaat bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Barito Utara. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!