Barito Selatan 2 menit baca • 1 jam lalu

Tiga Bulan Berjibaku Atasi Karhutla, BPBD Barsel Harapkan Hujan Segera Turun

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:43 WIB
Ukuran Teks:
Tiga Bulan Berjibaku Atasi Karhutla, BPBD Barsel Harapkan Hujan Segera Turun
Keterangan Gambar: Kepala BPBD Barito Selatan, Agus In'Yulius saat jumpa PERS di Buntok.

 

 

BUNTOK, POTRETKALTENG.COM- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Di tengah upaya pemadaman yang masih terus dilakukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat berharap hujan segera turun agar kebakaran dapat berakhir.

Kepala BPBD Barito Selatan, Agus In’Yulius, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Buntok, Jumat (16/10/2026). Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mengingat dampaknya terhadap kesehatan, kelestarian hutan, serta kualitas lingkungan.

Menurut Agus, kebakaran lahan tidak terlepas dari aktivitas manusia yang menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam mencegah pembakaran menjadi salah satu faktor penting untuk mengendalikan kejadian karhutla.

Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Barsel, jumlah titik panas atau *hotspot* mengalami peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir. Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.398 titik panas, kemudian meningkat menjadi 4.965 titik pada September.

Peningkatan titik panas tersebut turut memperburuk kondisi udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama akibat paparan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Agus mengungkapkan, jumlah titik panas sempat menurun hingga empat titik sebelum kembali meningkat menjadi lebih dari 700 titik pada hari konferensi pers berlangsung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai dan penanganannya membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, penanggulangan karhutla di Barito Selatan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI, Polri, serta masyarakat. Tim gabungan dikerahkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Agus berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla di wilayah Barito Selatan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membakar lahan serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Menurutnya, upaya pemadaman yang dilakukan petugas perlu diimbangi dengan tindakan pencegahan dari masyarakat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Agus turut menyoroti dampak kabut asap yang menurut keterangannya berkaitan dengan meninggalnya seorang bayi dan seorang aparatur sipil negara (ASN) pada Oktober ini. Meski demikian, informasi mengenai penyebab kematian tersebut perlu merujuk pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Dengan berlangsungnya penanganan selama tiga bulan, BPBD Barsel berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun untuk membantu upaya pemadaman. Dukungan semua pihak dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran lanjutan serta melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Barito Selatan. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!