Kapuas 2 menit baca • 18 Agt 2026

Sungai Kian Surut, 700 KK di Sei Pinang Terancam Krisis Air Bersih

Penulis: Admin Potret Kalteng | Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:29 WIB
Ukuran Teks:
Sungai Kian Surut, 700 KK di Sei Pinang Terancam Krisis Air Bersih
Keterangan Gambar: Foto Bersama



KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Sei Pinang, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas. Sekitar 700 kepala keluarga (KK) kini menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Debit sungai yang menjadi salah satu sumber air masyarakat terus mengalami penyusutan. Kondisi tersebut diperparah dengan mulai mengeringnya sejumlah sumur resapan milik warga.


Kepala Desa Sei Pinang, Rintho A Sangkai, mengatakan warga saat ini terpaksa mencari sumber air ke anak-anak sungai yang masih memiliki sedikit persediaan.


“Air sungai sudah surut. Masyarakat mencari air bersih ke anak sungai, itu pun hanya beberapa jeriken saja,” ujar Rintho, Selasa (18/8).


Menurutnya, kondisi sungai juga tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai sumber air konsumsi karena telah terkontaminasi aktivitas pertambangan. Warga hanya memanfaatkan air tersebut untuk keperluan mandi.


Sementara itu, sumur resapan yang selama ini menjadi alternatif sumber air juga mulai mengering. Apabila kondisi kemarau masih berlangsung hingga satu atau dua pekan ke depan, masyarakat dikhawatirkan mengalami krisis air bersih.


“Kalau kondisi ini berlangsung satu minggu atau dua minggu ke depan, masyarakat benar-benar bisa mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.


Melihat kondisi tersebut, Rintho meminta Pemerintah Daerah segera mengambil langkah konkret dengan mendistribusikan air bersih ke Desa Sei Pinang. Bantuan tersebut dinilai mendesak, khususnya untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak masyarakat.


“Kami berharap kepada pemerintah daerah (Pemda) dapat mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah kami untuk kebutuhan minum dan masak,” harapnya.


Dampak kemarau juga dirasakan pada sektor transportasi. Surutnya debit sungai membuat mobilitas perahu pengangkut kebutuhan pokok menuju desa menjadi lebih sulit.


Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi barang dan menyebabkan harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Masyarakat pun harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Rintho berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami masyarakat Desa Sei Pinang. Menurutnya, distribusi air bersih merupakan langkah penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau berlangsung.


HR

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!