MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Profesionalitas mekanisme perekrutan karyawan PT BSB, salah satu sub-kontraktor dari PT Batubara Duaribu Abadi (PT BDA), kini tengah dipertanyakan oleh masyarakat setempat. Buntut dari ketidakpastian tersebut, seorang warga Desa Bukit Sawit bernama Sandi nekat melakukan aksi penutupan akses jalan hauling khusus untuk armada PT BSB pada Senin (1/06/2026).
Saat ditemui awak media di lokasi pemblokiran, Sandi secara terbuka meluapkan rasa kecewa atas janji kerja yang tak kunjung terealisasi selama dua bulan terakhir.
"Saya sangat kecewa, Pak. Saya sudah dinyatakan lulus tes driver hauling untuk armada PT BSB, tetapi sudah dua bulan ini tidak ada kejelasan sama sekali. Kami warga lokal boleh dong diperhatikan, karena kami sangat butuh pekerjaan," ujar Sandi.
Sandi menegaskan bahwa aksi penutupan jalan ini dilakukan secara selektif. Ia memastikan tidak berniat mengganggu aktivitas operasional perusahaan lain yang melintas di jalur tersebut.
"Selain PT BSB, tidak ada masalah (tetap boleh lewat). Saya hanya ingin kejelasan pekerjaan. Saya sudah dinyatakan lulus, tetapi tidak ada kelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut, Sandi memberikan tenggat waktu yang tegas kepada pihak manajemen PT BSB. Jika pada hari ini tidak ada keputusan resmi atau iktikad baik dari pihak HRD untuk menyelesaikan status kelulusannya, ia mengancam akan memperpanjang aksi penutupan akses tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen dan HRD PT BSB maupun PT BDA guna mendapatkan konfirmasi, klarifikasi, serta perimbangan informasi (cover both sides) terkait tuntutan warga lokal tersebut.
RT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!