MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Transformasi program transmigrasi dinilai tidak hanya berkaitan dengan penataan dan persebaran penduduk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Nurul Anwar mengapresiasi pelaksanaan Sosialisasi Transformasi Transmigrasi Program Perencanaan Kawasan Transmigrasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara.
“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kebijakan transmigrasi, terutama terkait transformasi transmigrasi dan konsep transmigrasi lokal,” ungkapnya.
Menurut Nurul, sosialisasi menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, aparatur pemerintah maupun pemangku kepentingan mengenai arah kebijakan transmigrasi yang terus berkembang.
Pemahaman yang baik, katanya, akan membantu masyarakat mengetahui manfaat dan tujuan program sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam proses pengembangan kawasan transmigrasi.
Ia menilai paradigma transmigrasi saat ini perlu dipandang lebih luas. Program tersebut tidak semata-mata menyangkut pemerataan persebaran penduduk, tetapi juga memiliki hubungan dengan pembangunan kawasan, pengembangan potensi daerah serta peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Program transmigrasi harus kita lihat sebagai bagian dari upaya pengembangan wilayah. Tentunya harus disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan,” ujarnya.
Nurul menekankan pentingnya perencanaan kawasan transmigrasi dilakukan secara matang dan menyeluruh. Berbagai aspek, mulai dari ketersediaan infrastruktur, lahan, potensi ekonomi hingga kesiapan masyarakat perlu menjadi perhatian sejak awal.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses penempatan masyarakat, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut mampu berkembang dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang mandiri.
“Kita berharap perencanaan kawasan transmigrasi dilakukan secara terarah dan melibatkan masyarakat. Jangan sampai hanya berbicara mengenai penempatan, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana masyarakat nantinya dapat berkembang dan mandiri,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Nurul berharap materi sosialisasi dapat diteruskan kepada masyarakat di 16 desa yang menjadi bagian dari peserta kegiatan. Dengan demikian, informasi mengenai arah dan kebijakan transformasi transmigrasi dapat dipahami secara lebih luas.
Selain sosialisasi, ia juga meminta pemerintah daerah terus memberikan edukasi dan pendampingan agar masyarakat mampu melihat serta memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kawasan transmigrasi.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat, membuka peluang ekonomi, meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Utara,” pungkasnya. (Lz)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!