PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Lebih lanjut, Muhajirin menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan kebutuhan industri lokal. Menurutnya, program pelatihan kerja harus berbasis pada potensi wilayah agar SDM lokal tidak hanya menjadi pencari kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya.
“Pelatihan dan pendidikan harus disesuaikan dengan potensi wilayah. Di wilayah pesisir, dorong skill perikanan dan pengolahan hasil laut. Di pedalaman, fokus pada pertanian, peternakan, dan kehutanan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menilai perlunya percepatan program pemberdayaan ekonomi berbasis desa, penguatan koperasi, serta digitalisasi UMKM. Menurutnya, bantuan pemerintah harus menyasar kebutuhan dasar ekonomi rakyat kecil secara langsung, dengan pendekatan yang sederhana dan tidak birokratis.
Muhajirin menegaskan, pembangunan ekonomi harus dibarengi dengan pemerataan infrastruktur. Jalan, listrik, internet, dan akses pasar harus menjangkau pelosok daerah agar perputaran ekonomi hidup dan tidak terpusat di kota semata.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap program prioritas Pemprov Kalteng seperti Huma Betang Sejahtera yang dinilai dapat menjembatani kesenjangan pembangunan, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Ekonomi dan SDM adalah dua sisi mata uang. Keduanya harus kuat dan berjalan seiring. Itulah jalan menuju kemajuan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.
RH
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!